<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Sulastowo &#187; independen</title>
	<atom:link href="http://www.sulastowo.com/tag/independen/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sulastowo.com</link>
	<description>Portal keluarga menuju sehat dan bahagia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 06:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 09:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[overprotective]]></category>
		<category><![CDATA[regulation]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya, sejak usia dini naluri setiap anak sudah menunjukkan perilaku dasar mandiri. Misalnya, pada saat masih bayi, mereka belajar untuk tengkurap, merangkak, berdiri, dan berjalan sendiri. Dalam masa itu mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa walaupun sering gagal dan menangis. Hal itu merupakan perilaku adaptif sesuai dengan usia anak untuk menjadi manusia yang mandiri. Hanya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)'>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/10/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/15/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 12:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[regulation]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian anak mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik berupa kebutuhan naluri maupun kebutuhan fisik, oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Bertanggung jawab dalam hal ini berarti mengaitkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain dalam lingkungannya yang sama-sama harus dipenuhi.
Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang mempunyai konsep [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)'>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/09/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/15/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

