<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>House of Sulastowo &#187; emosi</title>
	<atom:link href="http://www.sulastowo.com/tag/emosi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sulastowo.com</link>
	<description>Portal keluarga menuju sehat dan bahagia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Aug 2010 06:15:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Anak Hiperaktif</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/16/anak-hiperaktif/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/04/16/anak-hiperaktif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 02:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[bakat]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[hiperaktif]]></category>
		<category><![CDATA[intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[jenius]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[perhatian]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku]]></category>
		<category><![CDATA[prasekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/2008/04/16/anak-hiperaktif/</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua ketakutan kaum ibu menyangkut anaknya, autis dan hiperaktif. Jika anaknya terkena autis, ibu akan sangat gugup karena anaknya tak fokus, cenderung pendiam dan sulit beradaptasi. Jika hiperaktif malah gelisah karena anaknya susah dikendalikan. Padahal, rata-rata anak autis dan hiperaktif punya KECERDASAN yang LUAR BIASA.
Mengelola anak hiperaktif memang butuh kesabaran yang luar biasa, juga [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/18/suplemen-seng-untuk-anak-hiperaktif/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Suplemen Seng Untuk Anak Hiperaktif'>Suplemen Seng Untuk Anak Hiperaktif</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/04/16/anak-hiperaktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tantrum: Ledakan Emosi Anak</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/14/tantrum-ledakan-emosi-anak/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/04/14/tantrum-ledakan-emosi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 15:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[independensi]]></category>
		<category><![CDATA[jengkel]]></category>
		<category><![CDATA[lapar]]></category>
		<category><![CDATA[lelah]]></category>
		<category><![CDATA[memukul]]></category>
		<category><![CDATA[menangis]]></category>
		<category><![CDATA[menendang]]></category>
		<category><![CDATA[menjerit]]></category>
		<category><![CDATA[merengek]]></category>
		<category><![CDATA[negatif]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[tantrum]]></category>
		<category><![CDATA[temper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/2008/04/14/tantrum-ledakan-emosi-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Tak jarang balita Anda mengungkapkan emosinya dengan cara membanting mainannya, atau berteriak-teriak sambil menangis di tengah keramaian. Ledakan emosi seperti itu disebut dengan Temper Tantrum. Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan temper tantrum, dan bagaimana menghadapinya dengan benar?
Temper tantrum bisa bermacam-macam bentuk, mulai dari merengek, menangis, berteriak-teriak, menendang, memukul atau menahan napas. Pada umumnya sama saja [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)'>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/19/memilih-mainan-anak-yang-edukatif/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Memilih Mainan Anak Yang Edukatif'>Memilih Mainan Anak Yang Edukatif</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/04/14/tantrum-ledakan-emosi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 09:02:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[overprotective]]></category>
		<category><![CDATA[regulation]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya, sejak usia dini naluri setiap anak sudah menunjukkan perilaku dasar mandiri. Misalnya, pada saat masih bayi, mereka belajar untuk tengkurap, merangkak, berdiri, dan berjalan sendiri. Dalam masa itu mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa walaupun sering gagal dan menangis. Hal itu merupakan perilaku adaptif sesuai dengan usia anak untuk menjadi manusia yang mandiri. Hanya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)'>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/10/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/15/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/</link>
		<comments>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 12:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[independen]]></category>
		<category><![CDATA[individu]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik]]></category>
		<category><![CDATA[regulation]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian anak mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik berupa kebutuhan naluri maupun kebutuhan fisik, oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Bertanggung jawab dalam hal ini berarti mengaitkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain dalam lingkungannya yang sama-sama harus dipenuhi.
Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang mempunyai konsep [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/06/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)'>Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/09/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)</a></li>
<li><a href='http://www.sulastowo.com/2008/04/15/pengaruh-televisi-pada-perilaku-anak-bagian-3/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)'>Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)</a></li>
</ol>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://www.sulastowo.com/2008/03/15/mendidik-anak-menjadi-mandiri-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

