Tag: "anak"

Gaya Komunikasi Suami Istri

Gaya Komunikasi Suami Istri

Apakah Anda mempunyai hubungan yang harmonis dengan suami/istri? Sudahkah Anda berkomunikasi secara baik dan terbuka dengannya? Jika semua jawaban adalah ‘tidak’, berarti ada yang salah dalam cara Anda berkomunikasi. Pasangan suami istri sebaiknya tidak membiarkan kondisi seperti ini berlarut-larut karena hal ini bisa membawa Anda ke masalah yang lebih besar.

Sebelum mengatasi masalah ini, Anda harus tahu terlebih dulu apa gaya komunikasi Anda sekarang. Berikut empat gaya komunikasi :

Gaya mengontrol
Pasangan suami istri yang menggunakan gaya komunikasi ini biasanya tidak mau mendengarkan opini pasangannya dan cenderung untuk menghindari perbedaan pendapat. Contoh : jika istri memulai percakapan, suami tidak mau mendengar; malah memotong pembicaraan istri dengan berbicara lebih panjang lebar. Atau percakapan ini bisa menjadi pertengkaran dengan saling berteriak satu sama lain tanpa ada yang mau mendengar.

Dalam situasi ini, istri sebenarnya membutuhkan saran atau solusi, tidak hanya instruksi / perintah dari suami. Seorang ahli menyatakan bahwa suami istri yang menerapkan gaya ini tidak mau menghargai perasaan dan pendapat pasangannya serta cenderung untuk memaksakan kehendaknya sendiri. Bagi mereka, menjadi ‘yang paling benar’ adalah lebih penting daripada berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Gaya konvensional
Tidak ada diskusi atau percakapan terbuka mengenai masalah-masalah penting pada suami istri yang menggunakan gaya ini. Suami atau istri cenderung untuk menghindari diskusi dengan mengalihkan perhatian ke hal lain yang tidak berkaitan.





Contoh: jika istri ingin membicarakan masalah anak, suami berusaha menghindar dengan mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain yang sederhana seperti cuaca atau kegiatan sehari-hari. Seorang ahli mengatakan bahwa komunikasi yang terjadi hanyalah komunikasi semu dimana terjadi kurangnya penghargaan terhadap perasaan pasangan.

Gaya spekulatif
Suami istri umumnya sudah berpikiran terbuka untuk menerima dan menghargai ide dan pendapat pasangan, tetapi pengguna gaya ini biasanya menghabiskan waktu dengan lebih banyak saling bertanya daripada mengekspresikan perasaannya masing-masing.

Contoh: suami mau mengajak istri untuk menemaninya dalam suatu perjalanan bisnis. Bukannya langsung mengajak istri, suami malah banyak bertanya dan berusaha menebak-nebak sendiri bagaimana perasaan dan keinginan istri. Pembicaraan berkembang menjadi saling bertanya dan biasanya berakhir begitu saja tanpa ada solusi yang jelas.

Dalam situasi ini, suami istri bukan hanya tidak mengekspresikan perasaan sebenarnya tetapi juga malah ‘berputar-putar’ di sekitar topik yang dibicarakan. Hal ini menyebabkan sering timbulnya kesalahpahaman antara suami istri.

Gaya Kontak Penuh
Gaya ini diterapkan suami istri yang mau mendengar dan menghargai opini pasangannya. Mereka tidak ragu untuk mendiskusikan setiap masalah penting dan mengekspresikan keinginannya masing-masing. Suami istri ini selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan membina komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

Dari semua gaya komunikasi di atas, gaya kontak penuh adalah yang paling tepat untuk diterapkan oleh setiap pasangan suami istri yang ingin tetap menjaga keharmonisan dalam pernikahan mereka.

Jadi, apa gaya komunikasi Anda?

Popularity: 37% [?]

Seputar Mimisan dan Tips Pencegahannya

Seputar Mimisan dan Tips Pencegahannya

mimisan dan tips pencegahannya

Waspadai jika mimisan disertai gejala lain seperti demam dan sakit kepala.

Simaklah penjelasan dr. Najib Advani, Sp.A (K) M.Med.Paed., dalam bentuk tanya jawab berikut.

Popularity: 100% [?]

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 2)

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 2)

Masalah gangguan tidur pada anak-anak, ternyata lebih gawat dari yang diduga. Dr. Alfred Wiater pimpinan rumah sakit anak-anak di Köln-Porz bekerjasama dengan rumah sakit anak-anak Universitas Köln melakukan penelitian penyakit gangguan tidur ini pada murid sekolah dasar. Hasilnya amat mencemaskan. Karena banyak anak-anak menderita gangguan tidur, namun tidak mendapat pengobatan yang tepat.

Popularity: 56% [?]

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 1)

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 1)


gangguan-tidur-pada-anak-anak-bagian-1

Selama ini terdapat anggapan umum bahwa anak-anak dapat tidur dengan nyenyak dimanapun dalam suasana apapun. Tapi aksioma itu ternyata keliru. Lebih dari 20 persen anak-anak mengalami gejala gangguan tidur.

Anak-anak selalu dapat tidur nyenyak. Jika mengantuk, tidak peduli suara musik amat kencang atau saudaranya berteriak-teriak, anak akan tidur lelap. Demikian anggapan sebagian besar orang dewasa. Ternyata hasil penelitian yang dilakukan rumah sakit anak-anak di kota Köln Jerman menunjukan data berbeda. Sekitar 20 persen anak-anak menderita gangguan tidur. Jika anak-anak mengalami masalah dengan siklus tidurnya selama dua atau tiga hari berturut-turut, dampaknya akan sangat buruk. Terlebih lagi mereka yang juga dibebani banyak tuntutan prestasi di sekolah. Anak yang mengalami gangguan tidur biasanya sulit berkonsentrasi. Prestasinya merosot dan mengalami depresi.

Popularity: 52% [?]

Talasemia (Thalassemia)

Talasemia (Thalassemia)

talasemia - thalassemia

Talasemia adalah penyakit yang diturunkan, yang berasal dari pasangan yang membawa sifat talasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang dilahirkan adalah 25% talasemia mayor, 50% carrier (pembawa sifat) dan 25% sehat. Maksudnya, dalam setiap kehamilan dari pasangan tersebut terdapat kemungkinan satu berbanding empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat.

Popularity: 84% [?]

Tips Kesehatan Bayi dan Balita

Tips Kesehatan Bayi dan Balita

Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan bayi dan balita Anda:

Jemur bayi di pagi hari

Bayi perlu dijemur di pagi hari untuk menghangatkan tubuhnya, tetapi tidak perlu memaksakan kegiatan ini setiap hari. Jadi, anggapan bahwa bayi harus dijemur setiap hari tidak sepenuhnya betul. Sekalipun anda menjemur bayi anda, tidak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja sebelum jam delapan pagi. Hal ini penting bagi bayi yang lahir berwarna kuning. Karena sinar matahari pagi dapat menguraikan bilirubin menjadi senyawa yang larut dalam air dan dikeluarkan sebagai urine.

Popularity: 85% [?]

Dot Alias Empeng, dan Anak Anda

Dot Alias Empeng, dan Anak Anda

dot-empeng-dan-anak-andaBayi yang baru dilahirkan selalu ingin mengisap sesuatu untuk mendapatkan rasa tenang dan nyaman. Tak heran jika banyak orang tua berpendapat, dot alias empeng merupakan suatu keharusan untuk dimiliki jika kita mempunyai seorang bayi. Tapi, apakah dot aman bagi si bayi? Jawaban ini masih terus diperdebatkan para ahli.

Popularity: 37% [?]

Obat Cacing Untuk Anak

Obat Cacing Untuk Anak

Cacingan, salah satu penyakit tergolong tinggi kejadiannya di Indonesia. Penyebabnya hewan parasit berukuran mikro yang mengambil makanan dari usus yang berisi banyak sari makanan. Cacing masuk ke tubuh dalam fase larva merupakan penyakit endemis dan kronis yang bisa meningkat tajam pada waktu musim hujan dan banjir.

Popularity: 37% [?]

Kiat Mengatasi Anak Susah Makan

Kiat Mengatasi Anak Susah Makan

Masalah makan si kecil memang membuat kita jadi serba salah. Bahkan, tak jarang jadi sering kehabisan akal. “Saya langsung over reactive waktu Siska susah makan. Saya takut dia kekurangan gizi,” ujar seorang ibu tentang anaknya, Siska. Akibatnya, Siska langsung “dijejali” dengan seabrek makanan. Apa yang terjadi? Siska malah semakin mengunci rapat-rapat mulutnya!

Popularity: 99% [?]

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3)

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 3) - www.sulastowo.comAnak-anak lebih bersifat pasif dalam berinteraksi dengan TV, bahkan seringkali mereka terhanyut dalam dramatisasi terhadap tayangan yang ada di televisi. Disatu sisi TV menjadi sarana sebagai media informasi, hiburan bahkan bisa sebagai kemajuan kehidupan, namun disisi lain TV dapat menularkan efek yang buruk bagi sikap, pola pikir, perilaku anak.

Televisi tidak bisa dipungkiri, kini boleh jadi telah menjadi pengasuh setia masyarakat. Tak terkecuali anak-anak. Yang jadi masalah, kalau anak-anak menonton tayangan televisi yang tidak sesuai dengan usianya. Misalnya, tayangan seks dan kekerasan. Anak-anak yang masih rentan daya kritisnya, akan mudah sekali terpengaruh dengan isi dan materi tayangan televisi yang ditontonnya, dan pengaruhnya bisa terbawa sampai mereka dewasa.

Popularity: 43% [?]

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2)

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 2) - www.sulastowo.comKeberadaan orang tua dituntut untuk berperan lebih yaitu :

Pertama; memberi kesepakatan dengan jadwal kepada anak tentang mana acara yang boleh ditonton atau tidak, kapan boleh menonton, waktu sembahyang, waktu belajar, waktu tidur, bahkan waktu membantu orang tua di rumah dan berikan sanksi bila melanggar.

Kedua; dampingi anak-anak pada saat menyaksikan acara televisi dan upayakan dialog atau diskusi mengenai tayangan yang ditonton termasuk juga iklan-iklannya.

Popularity: 46% [?]

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)

Pengaruh Televisi Pada Perilaku Anak (bagian 1)

tv - www.sulastowo.comDi antara berbagai media massa, televisi memainkan peran yang terbesar dalam menyajikan informasi yang tidak layak dan terlalu dini bagi anak-anak. Menurut para pakar masalah media dan psikologi, di balik keunggulan yang dimilikinya, televisi berpotensi besar dalam meninggalkan dampak negatif di tengah berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak. Memang terdapat usaha untuk menggerakkan para orangtua agar mengarahkan anak-anak mereka supaya menonton program atau acara yang dikhususkan untuk mereka saja, namun pada prakteknya, sedikit sekali orangtua yang memperhatikan ini.

Popularity: 47% [?]

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 2)Sebenarnya, sejak usia dini naluri setiap anak sudah menunjukkan perilaku dasar mandiri. Misalnya, pada saat masih bayi, mereka belajar untuk tengkurap, merangkak, berdiri, dan berjalan sendiri. Dalam masa itu mereka berusaha sekuat tenaga untuk bisa walaupun sering gagal dan menangis. Hal itu merupakan perilaku adaptif sesuai dengan usia anak untuk menjadi manusia yang mandiri.

Popularity: 32% [?]

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)Pengertian anak mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik berupa kebutuhan naluri maupun kebutuhan fisik, oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Bertanggung jawab dalam hal ini berarti mengaitkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain dalam lingkungannya yang sama-sama harus dipenuhi.

Popularity: 33% [?]