Rumput Tetangga Lebih Hijau?

Jika Anda dan pasangan merasa pasif dalam perkawinan, janganlah terburu-buru iri terhadap pasangan lain. Karena ada pasangan yang dari luar terlihat atraktif, Anda jadi tertarik, dan berharap kalau saja pasangan Anda seperti sosok pasangan tersebut.

Kecenderungan untuk membandingkan perkawinan/pernikahan sendiri dengan orang lain, cuma mendatangkan kegelisahan. Padahal setiap perkawinan mempunyai problem yang berbeda. Entah alasan untuk menikah, umur saat menikah, lama atau tidaknya mereka berkenalan, si istri bekerja atau ibu rumah tangga, semua ini mempengaruhi nilai mereka terhadap perkawinan. Jadi, harapan yang dimunculkan kemudian bisa berbeda-beda.

Orang yang gundah karena membandingkan dirinya dengan orang lain ini seharusnya bisa membuka mata hati lebih lebar. Sebetulnya, apa yang ditampilkan orang lain belum tentu sesuai buat dirinya. Bagaimana cara agar rumput di halaman sendiri sehijau (atau bahkan lebih hijau) daripada rumput tetangga ? Yang paling penting adalah tidak iri atau menginginkan seperti pasangan lain. Menyadari bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna.  Dan bisa menerima apa adanya, sehingga dapat menciptakan pernikahan yang sempurna. Dengan cara ini kita akan lebih rileks menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi. Hikmah lainnya, ikatan kebersamaan jadi lebih mudah diciptakan. Termasuk keinginan untuk tetap berkembang sesuai dengan kepribadian masing-masing.





Jadi, daripada membanding-bandingkan diri dengan pasangan lain, akan lebih baik jika tiap pasangan mencari ‘celah‘ yang membuat mereka tetap berbahagia. Komunikasi jelas perlu, tetapi jangan malah membuat pihak lain merasa integritas pribadinya terganggu. Kompromi-kompromi lain juga sebaiknya dilakukan. Upayakan agar harapan dan nilai dalam perkawinan bisa diarahkan lebih terfokus. Misalnya, seberapa banyak waktu senggang yang bakal dialokasikan untuk keluarga, dan kapan waktu khusus untuk berdua.

Keberhasilan tiap pasangan melakukan kompromi-kompromi dalam kehidupan mereka memang sangat bergantung dari kedewasaan, kenyamanan pasangannya. Jadi, daripada meneropong rumput di halaman orang lain yang belum tentu hijau, kenapa tidak menikmati kehijauan rumput di halaman sendiri. (f-buzz)

Popularity: 19% [?]

Related posts:

  1. Gaya Komunikasi Suami Istri Apakah Anda mempunyai hubungan yang harmonis dengan suami/istri? Sudahkah Anda berkomunikasi secara baik dan terbuka dengannya? Jika semua jawaban adalah ‘tidak’, berarti ada yang salah dalam cara Anda berkomunikasi. ...
Share |


Filed Under: Perkawinan

Tags: , , , , , , , ,

Facebook comments:

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.