Archive for June, 2008

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 2)

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 2)

Masalah gangguan tidur pada anak-anak, ternyata lebih gawat dari yang diduga. Dr. Alfred Wiater pimpinan rumah sakit anak-anak di Köln-Porz bekerjasama dengan rumah sakit anak-anak Universitas Köln melakukan penelitian penyakit gangguan tidur ini pada murid sekolah dasar. Hasilnya amat mencemaskan. Karena banyak anak-anak menderita gangguan tidur, namun tidak mendapat pengobatan yang tepat.

Popularity: 30% [?]

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 1)

Gangguan Tidur Pada Anak (bagian 1)


gangguan-tidur-pada-anak-anak-bagian-1

Selama ini terdapat anggapan umum bahwa anak-anak dapat tidur dengan nyenyak dimanapun dalam suasana apapun. Tapi aksioma itu ternyata keliru. Lebih dari 20 persen anak-anak mengalami gejala gangguan tidur.

Anak-anak selalu dapat tidur nyenyak. Jika mengantuk, tidak peduli suara musik amat kencang atau saudaranya berteriak-teriak, anak akan tidur lelap. Demikian anggapan sebagian besar orang dewasa. Ternyata hasil penelitian yang dilakukan rumah sakit anak-anak di kota Köln Jerman menunjukan data berbeda. Sekitar 20 persen anak-anak menderita gangguan tidur. Jika anak-anak mengalami masalah dengan siklus tidurnya selama dua atau tiga hari berturut-turut, dampaknya akan sangat buruk. Terlebih lagi mereka yang juga dibebani banyak tuntutan prestasi di sekolah. Anak yang mengalami gangguan tidur biasanya sulit berkonsentrasi. Prestasinya merosot dan mengalami depresi.

Popularity: 28% [?]

Mengenali Gejala Hemofilia

Mengenali Gejala Hemofilia

Anak Anda sering mengalami perdarahan yang disertai nyeri, terutama di bagian sendi dan otot? Apakah sendi dan otot itu terlihat bengkak, nyeri bila disentuh dan digerakkan? Jika Anda menjawab ya atas pertanyaan-pertanyaan itu, maka Anda layak bersikap waspada. Jangan anggap remeh gejala-gejala pada anak Anda itu. Sebab, boleh jadi, ia menderita hemofilia.

Popularity: 33% [?]

Anak Flu Jangan Diberi Antibiotik

Anak Flu Jangan Diberi Antibiotik

anak-flu-jangan-diberi-antibiotik

Jika bayi dan balita menderita flu, jangan diberi antibiotik. Karena flu akan sembuh dengan sendirinya, sementara antibiotik hanya memberi efek plasebo (bohongan). Antibiotik itu tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.

Masih kerap terjadi dokter dengan mudahnya meresepkan antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam, batuk, dan pilek. Oleh sebab itu, tak sedikit orangtua yang malah mendesak dokter memberikan antibiotik yang dianggap sebagai “obat dewa”.

Popularity: 40% [?]