Talasemia (Thalassemia)

Talasemia adalah penyakit yang diturunkan, yang berasal dari pasangan yang membawa sifat talasemia. Dalam hal ini kemungkinan yang terjadi pada anak yang dilahirkan adalah 25% talasemia mayor, 50% carrier (pembawa sifat) dan 25% sehat. Maksudnya, dalam setiap kehamilan dari pasangan tersebut terdapat kemungkinan satu berbanding empat bagi anak mereka untuk menderita talasemia mayor, dua banding empat kemungkinan anak membawa gen talasemia (carrier) dan satu banding empat kemungkinan anak berdarah normal dan tumbuh sehat.
Menurut ginekolog Prof. Dr. dr. Gulardi Wiknjosastro, seandainya janin telah diketahui mengidap talasemia, perlu kiranya orang tua melakukan konseling genetik dengan tim? yang terdiri dari dokter kebidanan, dokter anak, psikolog dan ahli agama sehingga orang tua mendapat informasi sejelas-jelasnya.
Saat ini, menurut Prof Dr. Sangkot Marzuki, penyakit talasemia adalah penyakit keturunan yang paling banyak? di Indonesia. “Frekuensinya terus meningkat dengan penderita sekitar 2000 orang per tahun,” jelas Direktur Lembaga Biologi Molekul Eijkman ini.
Bagi sebagian besar orang tua, mempunyai anak yang menderita talasemia merupakan beban yang sangat berat, baik moral maupun material. Pasalnya, selain harus terus memonitor tumbuh kembang si anak, biaya yang dibutuhkan untuk transfusi darah juga tergolong mahal, bisa menghabiskan jutaan rupiah tiap bulannya.
Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat menurun (genetik). Pada keadaan ini, sel darah merah yang dihasilkan tubuh tidak normal dan pecah lebih cepat dari sel darah merah normal. Akibatnya, sepanjang hidupnya penderita terpaksa bergantung pada pasokan darah donor agar dapat memperpanjang hidupnya.
Secara umum, kita membagi talasemia menjadi talasemia mayor dan talasemia minor (disebut juga talasemia trait/pembawa sifat). Umumnya penderita talasemia minor tidak merasakan gejala apapun. Hanya kadang-kadang mengalami anemia kekurangan zat besi ringan. Untungnya lagi, tidak semua penderita talasemia minor atau carrier kelak akan mengidap talasemia mayor. Kemungkinan untuk itu hampir tidak ada.
Berbeda dengan talasemia minor, anak yang menderita talasemia mayor perlu mendapat perhatian juga perawatan khusus. Pasalnya, di dalam tubuhnya tidak tersedia hemoglobin dalam jumlah cukup karena tulang sumsumnya tidak dapat memproduksi sel darah merah dalam kadar yang dibutuhkan. Pada saat lahir, anak umumnya lahir normal tetapi pada usia 3 sampai 18 bulan mulai kekurangan darah. Untuk itu, anak harus segera diobati, jika tidak kemungkinan usianya hanya mencapai 1-8 tahun.
Menurut Kepala subbagian Hematologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, FKUI dr. Djajadiman Gatot SpA(K), pada umumnya anak yang mengidap talasemia sering memperlihatkan gejala? rewel, tidak nyenyak tidur, susah makan dan sering muntah. Malah jika disertai muka pucat, perut membesar dan keras karena limpa membengkak dapat dipastikan anak tersebut telah mengidap talasemia mayor (stadium berat). Untuk itu, disarankan agar si anak tidak berolahraga, bermain atau melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membuat anak cepat lelah. (i-comers)









Aug 22nd, 2008 at 1:52 pm
apakah talasemia bisa baru diketahui ketika anak dewasa (30an)? karena ada teman saya kena talasemia ketika umur 35 th !
Aug 22nd, 2008 at 7:22 pm
Jarang sekali kondisi talasemia baru diketahui saat anak dewasa. Biasanya semenjak bayi, sumsum tidak dapat memproduksi darah merah sesuai kebutuhan. Dari artikel mungkin itu yang disebut dengan talasemia minor yang berkembang menjadi mayor, walaupun sangat kecil kemungkinannya.
Aug 24th, 2008 at 1:19 am
Saya pny sepupu yg terkena talasemia,,dia meninggal wkt msh bayi. Apakah itu termasuk talasemia mayor? Tp kalau bnr itu mayor knp kedua org tuanya normal ?
Sep 3rd, 2008 at 9:04 am
Logisnya, bayi menderita talasemia mayor, hanya karena kedua orang tuanya membawa sifat talasemia. Mungkin ini yang dilihat Mbak Ita, karena kedua orang tua-nya hanya membawa sifat talasemia, makanya terlihat normal.
Oct 17th, 2008 at 9:04 pm
Hooo…
Mo NanYaKh…
UmuMnYa PeNDeriTa thalaSseMia Nih BiSa BerTaHan MpE UmUr BrP?klo transfusinya rutin,,
tYuSZ….Msh BiZa menGalami PertumbuHan Gag(usia 14 thun ke atas)?
Dec 3rd, 2008 at 11:20 pm
apakah anak bayi perempuan berumur 40 hari bisa terkena thalassemia ?
Dec 8th, 2008 at 9:55 pm
Untuk Pak/Ibu Nugrah, Thalassemia adalah penyakit turunan yang dibawa oleh kromosom orang tua, jadi kalau terkena pada anak ya tidak mengenal umur, karena memang terkena sejak anak terbentuk, baik laki-laki maupun perempuan.
Mar 6th, 2009 at 3:26 pm
Salam Kenal
Saya, Ruly Farulian, owner RUFCO ENERGY THERAPY (Jl.Musholla 68, Raya Tengah, Condet, Jakarta.) sdg mencari volunteer pasien THALASSEMIA,utk PEMBUKTIAN 3x terapi. FREE. Cukup membawa hasil Lab terakhir, kmdn stlh terapi, testimoni ke rekan2 & dokter anda, apa pun hasilnya.
Metode kami adalah ACU-ENERGY & EMOTIONAL HEALING. No Drugs. Alhamdulillah, sejauh ini sudah banyak yang berhasil. Silahkan hub kami di esia 02197234930 jam 10.00 - 16.00.
Sembuh itu Indah. Sehat itu Anugerah. Setelah terbukti hasilnya, semuanya begitu mudah.
Salam Sehat.
Mar 6th, 2009 at 9:02 pm
dok,anak saya usia 9,5 bln nama gazza,hampir 80% kt dokter terkena penyakit telasemia,tapi saya sudah tes darah ke 4 lab tapi hslnya berbeda2,klo berdasarkan ciri2 penyakit mmg sebagian bsr mengarah ke penyakit tsb,awalnya hbnya 6,5 tp stlh dirawat naik menjadi 9,3.tp kdr drh putihnya tinggi 21rb,apakah anak saya tsb sudah bs divonis terkena talasemia,dan solusinya apa ya dok apa hrs transfusi drh,tp kt dokter blm boleh.terima ksh
Mar 10th, 2009 at 2:34 pm
Ibu Gazza, anak yang menghidap talasemia tidak bisa menghasilkan hemoglobin yang normal. Tanda-tanda lain yang biasanya muncul adalah kelesuan, sesak nafas dan pucat. Bagian abdomennya juga akan menjadi besar disebabkan pembesaran limpa dan hati.
Dari keterangan Ibu, bisa dipastikan anak Ibu mengidap anemia (yang merupakan ciri utama Talasemia). Untuk postitif atau tidaknya anak Ibu menderita Talasemia, dokter Ibu lah yang lebih kompeten untuk menjawab karena untuk memastikan perlu observasi lebih lanjut.
Transfusi darah untuk saat ini mungkin belum diperbolehkan oleh Dokter Ibu, karena mengingat usia Gazza yang masih sangat muda, sedangkan pemberian transfusi berisiko mengakibatkan penumpukan zat besi pada organ tubuhnya disebabkan sel darah merah yang rusak itu meninggalkan zat besi dalam tubuh.
Dalam kondisi normal, zat besi ini bisa dimanfaatkan untuk membentuk sel darah merah baru yang diproduksi oleh tubuh. Namun karena tubuh memperoleh suplai darah merah dari transfusi, maka terjadi akumulasi zat besi (iron overload) di hampir seluruh organ tubuh.
Untuk alternatif lain dalam rangka menaikkan kadar Hb, cobalah untuk rutin memberikan kacang merah, bisa direbus, bubur,
kue atau apapun agar anak tidak bosan.
Mar 16th, 2009 at 4:45 pm
Dok, help me please!
Tante saya sekarang sedang dirawat di RS Gatot Soebroto Jakarta. Dia tidak ngerasa sakit sih, cuma pusing, lemes, pucat, dan sempat mimisan (yg terakhir yg membuat dia terdeteksi sakit). You know, setelah cek lab, haemoglobinnya sangat rendah. Naik setelah ditransfusi, nanti turun lagi (-+6). Seberapa besar kemungkinan terkena talasemia? Adakah kemungkinan penyakit lain?
Mar 16th, 2009 at 6:48 pm
Ibu Restuti, saya tidak yakin kalau Tante Ibu menderita Talasemia, karena biasanya talasemia seharusnya sudah terdeteksi sejak dini. Cobalah untuk memeriksa kemungkinan terjangkit demam berdarah. Demikian Ibu Restuti, saya turut berdoa semoga Tante Ibu bisa lekas sembuh. Terimakasih atas kunjungannya.
Mar 17th, 2009 at 6:56 pm
Dokter,
Putri saya Aya usia 42 hari. Saat lahir Hbnya 11.00. Saat itu disarankan oleh SpA untuk melakukan check darah lagi 1 minggu setelah itu yang hasilnya 10.2. 1 minggu yang lalu disarankan un tuk dilakukan check darah lagi, dan Hbnya turun lagi menjadi 7.9.
Saat Hb anak saya : 7.9 dokter tdk melakukan tindakan tranfusi darah karena secara klinis tdk ada ciri-ciri bayi anemia ataupun talasemia. Bayi seperti bayi sehat pada umumnya ( tidak rewel, tidak pucat, tidur nyenyak dan tidak muntah).
Sempat dilakukan observasi di RS selama 2hr, tetapi tdk terdapat kelainan apa-apa. Dan hasil check darah hari ini untuk keseluruhan normal.
Yang hendak saya tanyakan, bayi saya kira-kira menderita apa karena Hb yang sangat rendah sampai mencapai 7.9, sementara ciri-ciri klinis bayi anemia maupun talasemia tdk ada?
Terima kasih
Mar 22nd, 2009 at 12:22 pm
Dok saya mau tanya..anak saya divonis terkena thalasemia alfa jenis hbh..apakah ini termasuk talasemia mayor/minor ya dok..???Hb setiap bulan berkisar 9.9..umur saat ini 6 th dan belum pernah dilakukan transfusi.pertumbuhan bagus, nafsu makan juga bagus.
Mar 24th, 2009 at 11:22 am
Ibu Reni Kurniasih, berikut penjelasan mengenai Thalassemia alfa dengan hbh desease:
Empat gen dilibatkan di dalam membuat globin alfa yang merupakan bagian dari hemoglobin, dua dari masing-masing orangtua. Thalassemia alfa terjadi dimana satu atau lebih varian gen ini hilang.
o Orang dengan hanya satu gen mempengaruhi disebut silent carriers dan tidak punya tanda penyakit.
o Orang dengan dua gen mempengaruhi disebut thalassemia trait atau thalassemia alfa, akan menderita anemia ringan dan kemungkinan menjadi carrier.
o Orang dengan tiga gen yang yang dipengaruhi akan menderita anemia sedang sampai anemia berat atau disebut penyakit hemoglobin H (HbH disease).
o Bayi dengan empat gen dipengaruhi disebut thalassemia alfa mayor atau hydrops fetalis. Pada umumnya mati sebelum atau tidak lama sesudah kelahiran.
Demikian Ibu Reni, semoga jawaban saya bisa memuaskan Ibu. Terimakasih atas kunjungannya.
Mar 24th, 2009 at 7:04 pm
Sebelumnya sy ucapkan terima ksh atas penjelasannya..menyambung pertanyaan sebelumnya dok..kalo emang menderita anemia berat,apakah harus ditranfusi atau tidak…terus terang itu yg saya takutkan…
terima kasih
Mar 25th, 2009 at 2:10 pm
Apabila kadar hb rata-rata 9,9 tiap bulan, anak Ibu tidak memerlukan transfusi darah. Transfusi darah harus dilakukan apabila hitung hb kurang dari 8, dinaikkan agar hb dapat bertahan minimal pada angka 9.
Mar 29th, 2009 at 10:54 am
Dok,
Bagaimana mengenai pertanyaan saya di atas … apakah termasuk thalasemia alfha ?
Terima kasih atas perhatiannya
Mar 30th, 2009 at 8:51 am
Ibu Ita,
Anemia umumnya terdeteksi saat dokter anak Ibu melakukan tes darah rutin kepada anak Ibu yang sedang tidak sakit. Jika hasil tes darahnya ‘rendah’, Ibu mungkin diberitahukan bahwa anak Ibu punya kadar zat besi yang rendah dalam tubuhnya. Tetapi hasil tes ini tidaklah benar2 akurat. Yang umum diperiksa adalah kadar hematokrit anak Ibu, yang biasanya terdeteksi dengan hematokrit level ‘rendah’ bagi penderita anemia.
Lalu mengapa dokter anak mengatakan bahwa kadar zat besi dalam tubuh anak Ibu rendah? Ini karena kadar zat besi yang rendah adalah penyebab terbesar terjadinya anemia pada anak2. Metode standar untuk menangani sebagian besar penderita anemia ‘ringan’ anak2 yaitu dengan konsumsi vitamin penambah kadar zat besi selama jangka waktu tertentu, dan jika setelah rentang waktu tersebut kadar zat besi ternyata meningkat, berarti diagnosa anemia karena ‘kekurangan zat besi’ adalah tepat. Sebaliknya, jika hasil tes hitung darah setelah konsumsi vitamin tidak menunjukkan kemajuan, maka dilakukan tes lebih lanjut, yang mungkin termasuk CBC (tes hitung darah lengkap), kadar zat besi, TIBC (total kapasitas ikatan zat besi dalam darah), kadar ferritin, dan hitung reticulosit.
Jika anak Anda memiliki microcytic anemia yang juga tidak membaik setelah manjalani treatment dengan suplemen zat besi, kita bisa mempertimbangkan kemungkinan penyakit Thalassemia.
Ibu Ita, memang benar, penampilan sebagian besar individu pembawa sifat thalassemia (thalassemia trait/thalassemia alfa) tidak dapat dibedakan dengan individu normal, maka statusnya hanya dapat ditentukan dengan pemeriksaan laboratorium. Anak-anak dengan gejala thalassemia perlu melakukan skrining.
Thalassemia lebih sulit didiagnosis dibandingkan penyakit hemoglobin lainnya. Keterangan yang ibu sampaikan tidaklah cukup untuk menentukan positif tidaknya Thalassemia alfa pada anak Ibu, karena thalassemia merupakan penyakit keturunan, diagnosis lain yang bermanfaat adalah berdasarkan pada pola herediter dan pemeriksaan hemoglobin khusus.
Berikut adalah Pemeriksaan laboratorium untuk skrining dan diagnosis Thalassemia yang biasanya meliputi :
Hematologi Rutin : untuk mengetahui kadar Hb dan ukuran sel-sel darah
Gambaran Darah Tepi : untuk melihat bentuk, warna dan kematangan sel-sel darah
Feritin, SI dan TIBC : untuk melihat status besi
Analisis Hemoglobin : untuk diagnosis dan menentukan jenis Thalassemia
Demikian Bu, semoga dapat membantu.
Apr 4th, 2009 at 8:19 pm
penyembuhan talasemia bagaimana?
dmn?
thx bwt infonya
Apr 22nd, 2009 at 8:05 pm
3tahun lalu adek saya divonis dokter terkena talasemia. umurnya sekarang sudah 7th, pernah tranfusi 6x dlam jangka 3-4bulan sekali. setelah itu selama 2th sudah tidak pernah tranfusi lagi, baru 1bln yg lalu tranfusi lagi.
Yg mau saya tanyakan, adek saya ni termasuk penderita talasemia minor atau major?
Jika memang talasemia adalah penyakit turunan, mengapa orang tua dan saudara2 saya tidak ada yg menderita talasemia?
Berapa % kemungkinan saya juga menderita talasemia?
terimakasih_._._._
Apr 24th, 2009 at 12:14 pm
talasemia i2 bisa disembuhin g sich sebenarnya???
trus apa bener umur pengidam penyakit talasemia cm bekisar anatar 24 ampek 26???
Apr 24th, 2009 at 12:32 pm
dok…nuVh tunggu jawabanya y…
Apr 27th, 2009 at 10:06 am
dok…
ko’ pertanyaan nuVh bLum dijawab???
Apr 27th, 2009 at 12:32 pm
Bapak/Ibu nuVh_brokent, terimakasih atas kesabarannya menunggu jawaban atas pertanyaan Bapak/Ibu. Saya mohon maaf membuat Bapak/Ibu menunggu.
Penyakit talasemia itu sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Satu-satunya pengobatan di Indonesia saat ini adalah transfusi darah, setidaknya satu kali sebulan serta khelasi zat besi dengan deferioksamin (nama generik) lima sampai tujuh kali seminggu.
Khelasi perlu dilakukan, karena sel darah mengandung haemoglobin yang berisi zat besi yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Pada orang normal, zat besi dari sel darah merah yang rusak digunakan lagi oleh tubuh untuk pembentukan sel darah merah baru. Pada penderita talasemia yang mendapat transfusi darah rutin, zat besi tidak dipakai tubuh sehingga menumpuk dalam tubuh. Hal ini mengganggu fungsi hati, jantung, dan organ lainnya. Kematian penderita talasemia biasanya disebabkan keracunan zat besi.
Khelasi dilakukan dengan menyuntikan deferioksamin dibawah kulit lewat syringe driver (pompa suntik). Zat ini akan mengambil zat besi dari tubuh dan mengeluarkannya lewat air kemih. Proses khelasi berlangsung sekitar 8 sampai 10 jam. Alat ini cukup kecil dan bisa ditempelkan di tubuh. Pengobatan ini perlu biaya sebesar 3 sampai 5 juta rupiah per bulan.
Cara lain adalah cangkok sumsum tulang. Namun untuk talasemia belum pernah dilakukan di Indonesia. Selain sulit - karena jenis sumsum tulang donor harus cocok dan bisa diterima oleh tubuh penderita - biayanya juga sangat mahal. Tahun 1993 saja biaya cangkok sumsum tulang (untuk leukemia) sekitar 50 juta hingga 60 juta rupiah. Bisa dibayangkan berapa biayanya saat ini, kemungkinan bisa lima-enam kali lipat!
Penderita talasemia tidak bisa dipastikan hidup hanya sampai usia antara 24 dan 26, penanganan yang tepat dan teratur, bisa membuat penderita hidup lama.
Apr 30th, 2009 at 11:02 am
dok, pertanyaan Reefa kok blum djwb???
Reefa tunggu y….
terimakasih
May 2nd, 2009 at 6:14 pm
Saya mau nanya, dok. Kira-kira, pertolongan pertama pada orang Talasemia apa ya dok? kalau ia tiba-tiba pingsan… lalu, apabila kita membawanya ke rumah sakit, pertolongan seperti apa yang biasanya diberikan oleh dokter?
Terima kasih.
May 4th, 2009 at 12:13 pm
trimakasih atas penjeLasannya dok..
tapi knp ad yg harus bedtrs jg dok????
May 10th, 2009 at 9:50 pm
dok,saya mau tanya
saya pisca,umur 19thn,tahun lalau saya iseng iseng periksa di laboratorium milik kantor saya,ternyata saya terkena talasemia.
saya dianjurkan ke dokter, dan dokter bilang,saya terkena beta talasemia,tapi minor.saya jg binggung apa maksudnya…yg bener yg mana.karena sampe saat ini saya tidak merasakan gejala2 yg di akibatkan oleh talasemia itu sendiri.paling kalo kecapean aja,saya merasa pusing,n skrg saya gmpng capek sih…
terakhir periksa rutinan,sampai saat ini trombosit saya 456,dan hgb saya 10.5,kata bos saya yang jg dokter,saya tdk boleh punya anak,apakah itu benar??karena ditakutkan saya akan mengalami pendarahan yang hebat…
boss saya jg menyuruh adik saya yg laki2 untuk jg periksa ke laboratorium.karena ditakutkan lebih parah penyakitnya daripada saya…apakah benar kalo laki2 bisa lebih parah ya dok?
saya bingung dok,apayg harus saya lakukan,karna saya sama sekali g tau apa dampak penyakit ini bagi saya,saya mohon penjelasannya ya dok…kalo bisa tlg penjelasannya ya…terima ksaih sebelumnya…
May 15th, 2009 at 12:07 am
Dokter yth,
Saya seorang ibu 2 orang putri yang sekarang sudah kuliah.
Pada waktu hamil sampai melahirkan saya tdk mengalami kesulitan dan hambatan apapun ” normal ” saja.
Minggu yg lalu karena kurang enak badan saya kedokter dan disarankan tes darah lengkap, hasilnya beda dgn tes 2 yang lalu, terakhir saya diagnosa Talasemia minor, yang ingin saya tanyakan selain dari keturunan apakah ada penyebab lain ??? perlu saya informasikan bahwa selama ini saya mengalami gangguan lambung ” gastritis ” yang sdh menahun. apakah mungkin ada gangguan penyerapan zat besi ?? selama ini Hb saya sekitar 11,1 sd 11,5.
terimakasih atas perhatiannya, saya tunggu jawabannya.
May 16th, 2009 at 11:42 am
Salam kenal dok…
Saya salah satu penderita Thalassemia Mayor,,
saya ingin tw lebih tentang hal ini,,
tp b’hubung saya d Ambon jd agak susah…
Saya cuma bisa cari tau lewat internet…
Ohya,,
saya di vonis menderita Thalassemia saat umur 11 thn…
Mkasih sebelumnya dok…
Jun 10th, 2009 at 10:28 am
dok,apakah nthalasemia minor bisa disembuhkan dengan cara terapi?dan apa dampaknya kalau tidak menjalani tranfusi darah?trim’s sangat ditunggu sekali jawabannya.
Jun 12th, 2009 at 10:28 am
Salam kenal Dok,
Saya memiliki kakak dan adik di vonis talasemia mayor dan menjalankan transfusi sejak usia balita, saya sendiri belum pernah diperiksa khusus tapi Alhamdulillah saya normal sampai saat ini (usia 28thn) belum pernah mengalami gejalanya.
Saya baru punya anak laki-laki usia hampir 4 bulan, karena rasa kekhawatiran beberapa hari yang lalu tepatnya pada usia (3 bulan 23 hari)saya memeriksakan anak saya ke lab, dan berikut ringkasan hasilnya :
Hemoglobin : 9.2
Gambaran darah tepi : ERY : HIPOKROM AN SOSITOSIS, MICROSITER (+), TEARDROP CELL (+), TARGET CELL (+)
ASS : ANEMIA HIPOKRONIK,, DD/EC DEFISIENSI FE, HB PATH
HbA2 = 4.5
HbF = 12.8
Dokter spesialis anak menyimpulkan bahwa anak saya ada gejala talasemia dan meminta saya untuk berkonsultasi lebih lanjut ke DR spesialis hematologi, tapi saya tidak mendapat rujukan dokter di sekitar sini (Kepulauan Riau)
Mohon kiranya dokter memberikan penjelasan/gambaran termasuk kategori talasemia apa yang diderita anak saya, dan apa tindakan yang harus ditempuh selanjutnya.
Demikian,
Terima kasih
Salam
Jun 12th, 2009 at 11:00 am
Dokter, mhn penjelasan mengenai talasemia betha ringan, apa kemungkinan dan resikonya? Tks
Jun 15th, 2009 at 11:36 am
Thanks for infonya….
Jun 15th, 2009 at 6:11 pm
mhn infonya dok, anak saya arkan (8 bulan) sempat sakit panas, pd saat cek ke dokter diagnosa terkena radang tenggorokan, tp krn kami khawatir dbd, maka kami lakukan cek darah jg. hasilnya ternyata hb-nya 8.1 shg diduga anemia, kemudian dilakukan cek darah tepi. hasilnya ditemukan target cell shg diduga talasemi. akan dilakukan pengecekan darah lbh lanjut lg dlm 2 minggu utk mengecek perkembangannya. yg menjadi pertanyaan, apakah hb dpt turun pd saat anak sakit (contoh: radang tenggorokan)? apabila ada target cell dr hsl cek darah apakah positif talasemi atau ada kemungkinan krn kondisi sdg sakit, karena anak kami termasuk lincah dan nafsu makan tidak ada masalah. trima kasih sebelumnya.
Jun 16th, 2009 at 10:22 am
Dok,
Saya masih menunggu jawabannya
Trims
Jun 16th, 2009 at 6:51 pm
dok… hari ini istri saya tlp… tadi pagi cek kehamilan ke dokter.. dan di haruskan cek darah… sekedar informasi kedua saudara kandung saya mengidap penyakit thalasemia dan sekarang keduanya sudah tiada… saya anak pertama tidak kena, adik saya ke dua kena, adik saya ke 3 tidak, adaik saya ke 4 kena.
dok yang saya tanyakan… apakah thalasemia dapat diturunkan kepada anak saya.
terimakasih dok…
Jun 22nd, 2009 at 2:29 pm
Dear Dok,
Anak saya (11 bln) beberapa bulan ini sama DSA nya diminta melakkan test darah lengkap + retikulosit karena HB nya yang rendah. selama 3 bulan dia sudah minum vit tambah zat besi. dan memang ada kenaikan hb, yang semula berkisar di 9, kemudian 1 bulan naik jadi 10,9, kemudian turun lagi jadi 10.3. Anak saya sudah pernah melakukan test HB ELEKTROFORESIS pada bulan April 09, dengan hasil:
HbA 95.5%, HbA2 3.7%, Ca 0.8%
Hapusan darah tepi menunjukkan Hipokrom, mikrositer.
Dari hasil lab ini, waktu itu DSA bilang kalo anak saya tidak mengidap thalasemia, karena HB Electroporesisnya normal.
Kemudian anak saya dirujuk ke Dokter bagian Hematology, kemudian Dokter ini meminta anak saya untuk diterapi dengan vit tambah zat besi selama tiga bulan. dan ini sudah kami lakukkan selama 2 kali. bulan mei 09 Hbnya 10.9 kemudian hasil cek darah lengkapnya yang terakhir (juni 09) HB nya 10.3, eritrosit: Hipokrom Mikrositer, Retikulosit 1.4, LED 32-46.
Dokter ini menyimpulkan kalo anak saya anemia Defisiensi Besi.
Tolong dokter, apakah anak saya memang tidak mengidap thalasemia dan apakah memang anak saya ADB? dan bagamana cara mengatasi semua ini. Saya benar benar berharap dengan bantuan jawaban dan penjelasan dari dokter.
Terima kasih atas perhatiannya.
hormat saya
titien
Jul 5th, 2009 at 12:25 pm
??????? — ??? ? ?????-?? ????????????, ???? ??????, ??? ????????????, ??? ??? ? ?????????? ?? ?????????.
Jul 12th, 2009 at 4:47 pm
dimana ada perkumpulan thalasemia ya…gimana cara jadi anggotanya ?? thanks
Jul 14th, 2009 at 8:43 pm
Dear Dok..
Saya mau tanya apakah dengan hasil lab seperti dibawah ini, tandanya seseorang mengidap Thalesemia. Mengingat hasil lab ini pada saat seseorang berumur 32 tahun. Hasil lab yang tidak normal sbb:
Erythrocyte (RCB) 6.49 High
Segment Neutrophil 49% Lower
MCV
Jul 14th, 2009 at 8:52 pm
Dear Dok…
Saya mau tanya apakah dengan hasil lab seperti dibawah ini, tandanya seseorang mengidap thalassemia. Mengingat hasil lab ini pada saat seseorang berumur 32 tahun. Hasil lab yang tidak normal sbb:
Erythocyte (RCB) 6.49 High
Segment Neutrophil 49% Lower
MCV 64.40 fl Lower
MCH 20.50 pg Lower
MCHC 31.80 d/dl Lower
Kalau bukan menunjukan Thalassemia, apakah ada kelainan darah yang lain dari hasil lab tersebut?
Dan apakah mungkin seseorang baru diketahui menderita thalassemia pada saat ia berusia 32 tahun?
Dan jika suami yang mengidap thalassemia sedangkan istri tidak, apakah kemungkinan akan memiliki anak yang menderita thalassemia?
Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih….
Jul 17th, 2009 at 3:50 pm
Dear Dok,
Saya mau nanya dok, teman saya punya anak skrg umur 8 bulanan positif kena talasemia, di anjurkan dokter menambah darah setiap bulan, apakah dengan cara demikian anaknya bisa sembuh? Atau ada pengobatan / terapi di ilmu kedokteran yg dapat menyembuhkan penyakitnya. Jika tidak ada pengobatan demikian apa yang dilakukan teman saya untuk menolong anaknya? Pasian terkena Talasemia bisa tahan sampai umur brp tahun?
Mohon bantuannya dok, terima kasih atas perhatiannya.
Jul 20th, 2009 at 4:47 pm
salam kenal Dok,sya mahasiswa akper bogor mu tanya..
kemarin wktu sya prktek di rumah sakit,ada salah satu keluarga pasien thalasemia yg bercerita.
menurut buku yg dia baca, org yg menderita thalasemia mampu bertahan sampai umur 23 th.
tetapi ketika sya bertanya kpd perawat senior jawabannya berbeda.
menurut beliau ank2 yg mengidap thalasemia tdk bisa bertahan sampai umur 15 th, dan sangat jarang atau bahkan tidak pernah ada yng bisa melewati umur segitu.
yg mau sya tnyakan, apa benar pasien yg mengidap pnykt ini bisa bertahan sampai umur 35 th?
lalu pengobatan apa yg dilakukan agar semua itu memang benar bisa tercapai?
_terima kasih dok_
Jul 23rd, 2009 at 7:29 pm
thanks yach..buat infonya, ilmunya keren abis, bagus deeehhhhhhh
tukeran info yuk, kunjungi suka-suka
Aug 11th, 2009 at 2:26 pm
saya punya adik berusia 19 thn n semenjak usia 6 bln menderita thalessimia mayor,setiap bulan rutin tambah darah dsb..
sekarang limpa nya sudah membesar dan mengeras..
Saran yang terbaik apa Dok untuk adik saya??
apakah menjalan kan operasi atau ada cara lain ??
lalu efeknya apa, bila dilakukan ??
mohon infonya??
TERIMA KASIH
Aug 25th, 2009 at 3:02 am
?????? ??????? ????????! ?????????????? ?? ?????????.
Sep 11th, 2009 at 11:31 pm
untuk pemeriksaan laboratorium di awal terdeteksinya thalasemia bagaimana gambaran hasil DL (darah lengkap) dan hapusan darah tepinya, mohon di jelaskan dengan lengkap. trima kasih
Sep 16th, 2009 at 11:59 am
apakah penderita thalassemia mayor dapat hidup lebih dari 25 tahun?
Sep 17th, 2009 at 1:19 pm
Siang dok, saya punya anak usia 3.5 bln, minggu kemarin sy baru sadar telapak kaki & tangan ny pucat. di bekas popok nya ada bercak merah darah dan bekas kencingnya di popok bwarna pink.apa ini tanda2 thalassemia??lalu sy periksakan ke dokt, menurut dok bercak merah itu hanya hormon dari sy.anak sy jg cek lab ternyata hasil HB nya 5.4, & harus dirawat u/ transfusi darah slama 2hari. hsl lab terakhir stlh ditransfusi 10.2, & anak sy diperbolehkan pulang stlh drwt 6hr.mnurut dokt ny ank sy kena thalasemia cuma blm thu mayor ato minor hrus periksa lg.apa benar anak sy kena thalasemia dok???pdhl sy & suami baik2 sj, cuma drh sy slalu d bwh normal trakhir tes 9.2, apa sj yg tdk boleh dikonsumsi sy klo anak sy bnr thalassemia supaya kadar zat besinya tdk bertambh?? (karena anak sy msh asi eksklusif).
trims dok, sy tunggu jwbnnya.
Sep 18th, 2009 at 1:06 pm
Dear Dok,
Met siang Dok, saya adalah salah satu pasien dr Prof Gulardi W yang menderita Talasemia. Sejak kehamilan partama, saya ditangani oleh Prof Gull, saat ini saya sedang hamil lagi saya sangat cemas dan gelisah karena Prof Gull hingga saat tdk dapat ditemui karena sedang menjalani pengobatan di Singapura (mnrt informasi dr YPK).
Karena saya dan suami adalah sebagai pembawa Talasemi,
bisakah Dokter mereverensikan saya Dokter Kandungan lain yang biasa nenangani pasien penderita Talasemia?
Saya sangat mengharapkan kehadiran anak ini di dalam rumah tangga saya Dok.
Thank’s Dok, saya sangat mengharapkan jawabannya segera.
Sep 25th, 2009 at 11:42 am
Salam kenal Dok…
Saya 37 th, penderita thalasemia minor, 2 thn yg lalu HB sy 9.2 & bdsrkn rujukan Perusahaan sy mdpt terapi Exjade 2 X 500gr/d. setelah kl 15 hr Hb malah anjlok jd 5.7 trus saya hentikan exjade & dpt tranfusi 5 kantong. HB kembali 12 tp kadg2 kl lagi sakit flu bisa turun sp 9. Brdsrkan ketentuan perusahaan sy hrs konsul lg ke DR rujukan pershn. tp sy takut kl disuruh pk exjade lg, bbrp internist yg lain mlh anjurin desferal. Sy baca bbrp artikel apa benar Exjade sudah tdk diperbolehkan? Lalu tindakan sy gimana berkaitan perusahaan/ trims.
Oct 14th, 2009 at 4:24 pm
Dok… anak saya baru berusia 3,5 bln. tadi malam menurut dokter berdasarkan hasil tes darah ia menujukan terkena thalassaemia. dengan hasil tes :
Hb : 4.1
leukosit : 33.20
segmen : 24
limfosit : 12
laju endap darah : 25
jumlah eritrosit : 1.52
hematokrit : 10.5
MCV : 69.1
MCHC : 39.0
gambaran darah tepi : 5.60
setelah ditransfusi Hb jadi 11.7 dan leukosit 21.300. ini Thalasemia bukan??? dan klo ya, termsuk minor pa mayor. makasih
Oct 15th, 2009 at 4:11 pm
dok… pertanyaan Delov, kok belum dijawab.
ditunggu ya….
Oct 18th, 2009 at 8:28 am
dok…selama ini saya sering mengalami lemas dll.
Dan sampai puncaknya,,saya harus opname karena ternyata hb saya tinggal 4,6. dan diagnosa dari rumah sakit adalah anemia hemolitik.
Karena kurang puasa dg penjelasan rumah sakit tempat saya opname. Saya periksa lagi ke profesor iang ahli darah gitu d suatu rumah sakit di Surabaya. Dan hasilnya,,saya terkena thalassemia.
tapi setahu saya,,thalassemia biasanya bawaan dari lahir.
Tapi kenapa saya baru mengalaminya pada umur 20 tahun??
Dan selama ini, orang tua saya..khususnya ibu (karena ayah saya sudah meninggal),,tidak pernah mengalami gejala-gejala anemia dan lainnya. Tapi kemarin,,setelah diagnosa thalassemia keluar,,ibu saya juga diperiksa.
Dan saya jug ingin tau,,apa yang sebaiknya dilakukan oleh penderita thalassemia. Khususnya untuk pola makan,,apa saja yang baik…?
terima kasih,,sebelumnya dan sesudahnya…
ditunggu replyna…^^
Nov 5th, 2009 at 9:09 am
Ass…wr.wb
Dokter yth, saya mau tanya: Saya mempunyai 2 orang anak, yg pertama laki2 usia 7 th dan mengidap thalassemia mayor sejak umur 5 bulan, sedangkan anak perempuan saya berumur 6 th normal.
Sudah 2 tahun ini anak saya rutin di trasfusi (1 bln sekali), dan setiap harinya rutin pula minum exjade. yang jadi pertanyaan saya, kenapa ferritin anak saya tidak mengalami penurunan. tiga bulan yang lalu saya cek fe nya 1.500 ng/ml dan 2 hari yg lalu saya cek lagi 1.960 ng/ml. Saya mohon sekali bantuan dokter, dan langkah apa yang harus saya tempuh agar anak saya dapat tumbuh lebih baik.
Nov 11th, 2009 at 9:19 pm
dok ponakan saya mengidap talasemia dan dya harus ditransfusi darah padahal umurnya baru 2 tahundan anak tersebut tidak bs gemuk dan penyakitnya menjadi banyak karena dya tidak mw makan sekarang msh dirawat di rmh skt……usus juga mengalami infeksi paru2 juga dan ia juga terkena DB?????tolong dok obt untuk talasemia……
Dec 15th, 2009 at 1:06 pm
Aslm Wr. Wb.
Yth. Dokter
Anak saya berumur 21 bulan
sejak lahir dia sering terkena infeksi
mulai dari infeksi pencernaan hingga infeksi paru-paru selain itu
dia juga menderita anemia, namun setelah dirawat di RS kadar Hb naik. Tapi untuk nilai MCV selalu rendah dan bentuk dari sel darah merah kecil. Apa ini mengindikasikan anak saya pengidap Thalassemia?
Mohon penjelasannya.
Dec 24th, 2009 at 7:03 pm
dok apakah seseorang yang mengidap penyakit thalassemia umurnya tidak akan bertahan lama?
terima kasih.
Dec 29th, 2009 at 12:55 pm
dok , saya mau tany .. ?
saya penderita talasemia sejak umur 10 tahun .dan sekarang sya berumur 30 tahun , kata dokter tempat saya periks d fonis talasemia minor .
tapi , saya tranfusi 3 tahun sekali . sejak saya menikah dan punya ank yang ke dua saya jadi sering tranfusi darah setiap sebulan sekali . peritin saya 2500 dan saya ingin tidak sering tranfusi , bagaiman cara nya dok ?
dan , setiap saya berhubungan saya sudah kurang harmonis , penyebabnya ap ya dok ?
sekian dan terimakasih , harap di jawab ,, di tunggu ya dok
Jan 5th, 2010 at 12:02 pm
tahun lalu sepupu saya di vonis dokter menderita thalasemia. usianya 7 tahun.. berdasarkan ciri - cirinya ia menderita thalasemia minor. sekarang ia sedang sakit. seluruh tubuhnya menjadi kuning sampai mata pun menjadi kuning. Keterbatasan biaya yang menyebabkan orang tuanya tidak membawanya ke RS. Apa yang dapat saya lakukan …
Jan 5th, 2010 at 7:14 pm
dokter saya baru kehilangan bayi ke2 saya 23 des lalu.
bayi saya divonis thalasemia mayor (alpha or Hb bart)
bayi pertama saya jg thalasemia mayor.
bayi pertama meninggal 20 menit after dilahirkan, bayi kedua 2 jam setelah dilahirkan.
Saya dan suami sudah pernah cek uji saring thalasemia di lab yang terkenal di jakarta, tapi hasilnya negatif.
Pertanyaan saya :
1. apakah utk cek thalasemia hanya bisa di eijkman rscm?
2. apakah saya dan suami (dsog saya blg kemungkinan besar kami thalasemia minor) bisa py anak normal? atau harus dengan bayi tabung di malaysia? ada cara lain tidak?
thanks dokter.
kalo ada teman2 yang mau sharing silahkan PM ke email saya yaling_efs@yahoo.com
Jan 16th, 2010 at 1:20 pm
dok!
saya mempunyayi balita umur 1tahun. sudah 3 kali masuk rs. setiap di cek labor. hasilnya hb selalu rendah. Hb pertama 11,2 ge%, kedua 9.1 gr%, dan (yang terakhir
Hb 8.9% g/dl low
RBC 4.50 10^6/uL normal
HCT 25.9 % low
MCV 57.6 fL low
MCH 19.8 pg low
RDW-SD 34.9 fL low
RDW-CV 17.5 % high
WBC 11.04 10^3/uL High
PLT 365 10^3/uL normal
PDW 8.1 fL low
MPV 8.7 fL normal
P-LCR 13.6 % normal
PCT 0.32 % normal
lalu dokter anak suruh cek feritan dan hasil normal 68.9 ng/ml
tapi dokter bilang anak baik-baik aja? tanpa diberi obat sama sekali
saya bingung? saya lihat anak saya pucat? apakah ada kemungkinan anak saya menderita thalesemia????? mohon bantuan dan nomor telpon yang bisa saya hubungi?
trima kasih
Feb 5th, 2010 at 7:31 pm
Selamat malam, dok..
pertanyaan saya adalah berapa persen kemungkinan kelahiran dengan bayi normal pada pasangan yang sama2 carrier talasemia?
tindakan awal apa yng diakukan jk mengetahui janin yang dikandung mengidap talasemia?
apa indikasi janin dalam kandungan mengidap talasemia?
terimakasih dokter atas jawabannya..selamat malam..
Feb 10th, 2010 at 8:04 am
pagi dok?
saya masih menungggu jawabannnya?
mohon informasinya