<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengajar Anak Balita Membaca</title>
	<atom:link href="http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/</link>
	<description>Portal keluarga menuju sehat dan bahagia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 04:26:13 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: ?????? ??????????? ??????? ?????????? ???????</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-578</link>
		<dc:creator>?????? ??????????? ??????? ?????????? ???????</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 00:55:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-578</guid>
		<description>Hey There. I found your weblog the use of msn. That is an extremely smartly written article. I&#039;ll make sure to bookmark it and come back to learn more of your helpful info. Thanks for the post. I&#039;ll definitely return.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hey There. I found your weblog the use of msn. That is an extremely smartly written article. I&#8217;ll make sure to bookmark it and come back to learn more of your helpful info. Thanks for the post. I&#8217;ll definitely return.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: asri_ang</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-554</link>
		<dc:creator>asri_ang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 17:37:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-554</guid>
		<description>@ati: gak gt jg kali mbak maksud mas agus tiady...

bukan berarti main dari jam 7 pagi sampai 7 malam, g makan,g tidur, g mandi, dll.. apalagi maennya PS.. emang g ada orang tuanya... peran orang tua tetep penting dalam pertumbuhan anak apalagi pada usia dini, cuman sy jg heran orang tua jaman sekarang pengen banget anaknya yg balita bs calistung dengan lancar.. apa sih fungsinya? toh kalo &quot;masa peka&quot;nya dah datang g usah repot2 pake berbagai metode dia pasti bs kok.. bener kata mas agus, bermain ya bermain!! kalo anda bilang bermain sambil belajar atau belajar dengan menyenangkan artinya dia gak benar2 bermain! karena permainannya sudah anda konsep, padahal anak membangun/mengkonsep sendiri pengetahuannya... sudahlah yang penting ditekankan d usia dini bukan betapa lancarnya dia membaca, menulis atau berhitung.. tapi bagaimana membangun kemandiriannya, toleransi, tau mana yang baik/buruk, ke-Tuhanan, dan masih banyak sikap-sikap positif lainnya yang kadang lupa diajarkan dalam pendidikan formal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ati: gak gt jg kali mbak maksud mas agus tiady&#8230;</p>
<p>bukan berarti main dari jam 7 pagi sampai 7 malam, g makan,g tidur, g mandi, dll.. apalagi maennya PS.. emang g ada orang tuanya&#8230; peran orang tua tetep penting dalam pertumbuhan anak apalagi pada usia dini, cuman sy jg heran orang tua jaman sekarang pengen banget anaknya yg balita bs calistung dengan lancar.. apa sih fungsinya? toh kalo &#8220;masa peka&#8221;nya dah datang g usah repot2 pake berbagai metode dia pasti bs kok.. bener kata mas agus, bermain ya bermain!! kalo anda bilang bermain sambil belajar atau belajar dengan menyenangkan artinya dia gak benar2 bermain! karena permainannya sudah anda konsep, padahal anak membangun/mengkonsep sendiri pengetahuannya&#8230; sudahlah yang penting ditekankan d usia dini bukan betapa lancarnya dia membaca, menulis atau berhitung.. tapi bagaimana membangun kemandiriannya, toleransi, tau mana yang baik/buruk, ke-Tuhanan, dan masih banyak sikap-sikap positif lainnya yang kadang lupa diajarkan dalam pendidikan formal.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ati</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-517</link>
		<dc:creator>ati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 05:29:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-517</guid>
		<description>@ Agus Tiady: “Biarkan anak-anakmu bermain sampai mencapai usia tujuh tahun (tahapan pertama)&quot;

---Ini bukan berarti kita membiarkan anak bermain semaunya sampai usia 7 tahun, bgm jika anak keasyikan main sampai lupa mandi, lupa makan, lupa tidur,dsb ??? atau dia asyik main PS yg bertema kekerasan, apa tidak membahayakan jiwa si anak kelak ?? maksudnya pd anak &lt; 7 tahun anak diajak bermain sambil belajar, shg si anak tidak merasa kalau dia sedang belajar, ciptakan suasana enjoy dan menyenangkan,  agar si anak tidak bosan. Di sini peran orang tua diharapkan lebih dominan. Karena si anak akan lebih nyaman berada di dekat orang tuanya. Selain itu, si anak tidak dilepas bermain bgt saja tanpa diberi tahu kapan dia harus berhenti, kapan pulang kerumah (mis), kapan mandi, kapan makan, karena semua ada waktunya, sambil melatih anak  juga dalam mengatur waktu. Tidak main melulu dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Karena biasanya anak kalau sudah asyik, ia jd lupa waktu. 
Intinya, bgm membuat anak merasa tidak tertekan dengan aktivitas belajar yg membuat dia bosan. Jadi dia pun tidak kehilangan puzzle-puzzle hidupnya di masa kecil. Karena sejatinya belajar adalah aktivitas yg menyenangkan---</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Agus Tiady: “Biarkan anak-anakmu bermain sampai mencapai usia tujuh tahun (tahapan pertama)&#8221;</p>
<p>&#8212;Ini bukan berarti kita membiarkan anak bermain semaunya sampai usia 7 tahun, bgm jika anak keasyikan main sampai lupa mandi, lupa makan, lupa tidur,dsb ??? atau dia asyik main PS yg bertema kekerasan, apa tidak membahayakan jiwa si anak kelak ?? maksudnya pd anak &lt; 7 tahun anak diajak bermain sambil belajar, shg si anak tidak merasa kalau dia sedang belajar, ciptakan suasana enjoy dan menyenangkan,  agar si anak tidak bosan. Di sini peran orang tua diharapkan lebih dominan. Karena si anak akan lebih nyaman berada di dekat orang tuanya. Selain itu, si anak tidak dilepas bermain bgt saja tanpa diberi tahu kapan dia harus berhenti, kapan pulang kerumah (mis), kapan mandi, kapan makan, karena semua ada waktunya, sambil melatih anak  juga dalam mengatur waktu. Tidak main melulu dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Karena biasanya anak kalau sudah asyik, ia jd lupa waktu.<br />
Intinya, bgm membuat anak merasa tidak tertekan dengan aktivitas belajar yg membuat dia bosan. Jadi dia pun tidak kehilangan puzzle-puzzle hidupnya di masa kecil. Karena sejatinya belajar adalah aktivitas yg menyenangkan&#8212;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hartanta</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-516</link>
		<dc:creator>hartanta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 12:12:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-516</guid>
		<description>bagi balita yang penting adalah sering-sering membacakan, apa saja entah dongeng, berita dan sebagainya sehingga sanga anak akan terbiasa akan proses belajar.

mengajari atau bahkan mengujinya hanya akan membuat rasa minder, rasa tidak bisa dan malu.

Bilamana ingin anak kita aktif, kita harus lebih aktif!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagi balita yang penting adalah sering-sering membacakan, apa saja entah dongeng, berita dan sebagainya sehingga sanga anak akan terbiasa akan proses belajar.</p>
<p>mengajari atau bahkan mengujinya hanya akan membuat rasa minder, rasa tidak bisa dan malu.</p>
<p>Bilamana ingin anak kita aktif, kita harus lebih aktif!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: umminya ahmad</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-501</link>
		<dc:creator>umminya ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 05:54:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-501</guid>
		<description>saya rasa setiap anak punya metode yg berbeda2. sah-sah saja cara membacanya pun berbeda2, ada yang asyik dengan model kartu begini, suku kata, sambilo menulis, sambil menghapal, bahkan dengan mengeja. Saya jd ingat, ada seorang yang mengaku sebagai konsultan pendidikan anak2 dan keluarga, mengatakan bahwa jangan pernah mengajari anak membaca dengan mengeja, karena seumur hidupnya dia akan &quot;mengeja&quot;. loh, saya dulu kecil juga belajarnya dengan mengeja, bahkan bisa jadi jutaan orang belajar dengan mengeja, tp apakah semuanya akan menjadi &quot;pengeja&quot; seumur hidupnya? tentu tidak kan? teori apaun dan teori siapapun bisa saja terbantahkan dengan teori yang lainnya, namanya jg buatan manusia.... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa setiap anak punya metode yg berbeda2. sah-sah saja cara membacanya pun berbeda2, ada yang asyik dengan model kartu begini, suku kata, sambilo menulis, sambil menghapal, bahkan dengan mengeja. Saya jd ingat, ada seorang yang mengaku sebagai konsultan pendidikan anak2 dan keluarga, mengatakan bahwa jangan pernah mengajari anak membaca dengan mengeja, karena seumur hidupnya dia akan &#8220;mengeja&#8221;. loh, saya dulu kecil juga belajarnya dengan mengeja, bahkan bisa jadi jutaan orang belajar dengan mengeja, tp apakah semuanya akan menjadi &#8220;pengeja&#8221; seumur hidupnya? tentu tidak kan? teori apaun dan teori siapapun bisa saja terbantahkan dengan teori yang lainnya, namanya jg buatan manusia&#8230;. <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus Tiady</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-474</link>
		<dc:creator>Agus Tiady</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 05:37:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-474</guid>
		<description>Hindari Child Abuse..... 
Kasihan anak apabila terampas puzle-puzle hidupnya karena terlalu semangatnya kita melakukan transfer ilmu dan kebanggaan sesaat karena prestasi yang bersifat early dalam membaca, berhitung dan menulis.
pernah saya membaca tentang tahap-tahp pendidikan yang perlu dijalani anak secara islam seperti berikut ini :

Rasulullah saaw. bersabda, “Anak adalah majikan selama tujuh tahun (tahap pertama), hamba selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua), dan menjadi menteri selama tujuh tahun
berikutnya (tahap ketiga). Bila ia pada usia 21 tahun menunjukkan sifat yang baik, maka ia adalah anak yang baik. Kalau tidak, tinggalkanlah ia,karena (bila kamu masih meliharanya pada usia 21 tahun) berarti kamu telah melemparkan tanggung jawabmu kepada Allah”.

Imam Ja’far Ash-Shadiq as. berkata “Biarkan anak-anakmu bermain sampai mencapai usia tujuh tahun (tahapan pertama), dan biarkan ia bersamamu (untuk belajar dan sebagainya) selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua) bila ia berhasil (dengan baik), kalau tidak maka tidak ada kebaikan padanya.”

Pemahaman Child Abuse ini memang sangat sulit. Kadang kita merasa tidak melakukan paksaan pada saat melakukan pengajaran, yang tanpa kita sadari hal itu sangat terasa memaksa buat si anak, sangat butuh perhatian ekstra untuk menyelami pembelajaran anak di usia dini.

Saya sangat percaya dengan konsep bahwa anak mempunyai cara berkembang dan belajar yang berbeda-beda, tidak bisa hanya mengikuti tolok ukur dari teori-teori yang dibuat oleh manusia, karena Allah menciptakan manusia dengan segala kekompleksan dan keunikan pada masing-masing individu (bayangkan tidak ada sidik jari dicetak sama pada dua manusia kembar identik sekalipun, unik !)

Kesiapan mental dan semangat belajar menjadi kunci utama dalam mendidik anak usia dini.

Menerawang kebelakang dari pengalaman pribadi saya sendiri. Orang tua saya sangat membebaskan saya bermain dan bermain sepuas hati saya (pokoknya tiap pulang main pasti bau matahari kata orang dan baju saya kotor, saya sangat ingat julukan dari bapak kalo ngeledek saya &quot;Mang Topo&quot; karena bajunya kotor kyak Topo/Kain lap). Kelas 3 SD saya belum bisa lancar membaca secara tegas (masih sering di eja sering diledek juga ma temen-temen) Alhamdulillah kelas 4 - 6 SD saya selalu berada di rangking 1 - 3 (dimana salahnya ???).
Masuk SMP pada pilihan pertama saya (dulu boleh 3 pilihan) NEM rata-rata 8,5 (5 mata pelajaran jika tidak salah, kalo UN sekarang pasti lulus dong :P)
Masuk SMA pilihan pertama juga NEM rata-rata 8 juga (UN ? lulus juga dong :P)
Lulus SMA NEM rata-rata 8 juga (UN pasti lulus juga lah, 7 mata pelajaran gitu loh dibadingin cuma 3 mata pelajaran :p)
Masuk kuliah lewat UMPTN (nilainya ga tau, hehehe) yang pasti milih karena ikutan cewek yang ditaksir biar bisa bareng ceritanya, eh saya diterima cewek saya enggak diterima (kenapa yah ??? emang ga jodoh kali ya !)
Semester 6 udah punya proyek, dari mulai desain, perhitungan sampai jadi kontraktor bangun rumah Mertua sekarang hehehe !
Lulus kuliah lagi jaman reformasi parah IP-nya sih ga bagus cuma 3,3 jauh dari Cum Laude hahaha :P, seminggu setelah wisuda diterima kerja di luar bidang kuliah dan sampai sekarang tetap di profesi awal kerja. Alhamdulillah semua lancar Profesi, Istri, anak, rumah, kendaraan operasional...... rasanya udah lengkap.

Semoga kita tidak menjadi orang yang merampas masa kebahagiaan anak-anak kita, karena terlalu semangatnya kita dalam menginginkan suatu pencapaian pada anak kita

Wasalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hindari Child Abuse&#8230;..<br />
Kasihan anak apabila terampas puzle-puzle hidupnya karena terlalu semangatnya kita melakukan transfer ilmu dan kebanggaan sesaat karena prestasi yang bersifat early dalam membaca, berhitung dan menulis.<br />
pernah saya membaca tentang tahap-tahp pendidikan yang perlu dijalani anak secara islam seperti berikut ini :</p>
<p>Rasulullah saaw. bersabda, “Anak adalah majikan selama tujuh tahun (tahap pertama), hamba selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua), dan menjadi menteri selama tujuh tahun<br />
berikutnya (tahap ketiga). Bila ia pada usia 21 tahun menunjukkan sifat yang baik, maka ia adalah anak yang baik. Kalau tidak, tinggalkanlah ia,karena (bila kamu masih meliharanya pada usia 21 tahun) berarti kamu telah melemparkan tanggung jawabmu kepada Allah”.</p>
<p>Imam Ja’far Ash-Shadiq as. berkata “Biarkan anak-anakmu bermain sampai mencapai usia tujuh tahun (tahapan pertama), dan biarkan ia bersamamu (untuk belajar dan sebagainya) selama tujuh tahun berikutnya (tahap kedua) bila ia berhasil (dengan baik), kalau tidak maka tidak ada kebaikan padanya.”</p>
<p>Pemahaman Child Abuse ini memang sangat sulit. Kadang kita merasa tidak melakukan paksaan pada saat melakukan pengajaran, yang tanpa kita sadari hal itu sangat terasa memaksa buat si anak, sangat butuh perhatian ekstra untuk menyelami pembelajaran anak di usia dini.</p>
<p>Saya sangat percaya dengan konsep bahwa anak mempunyai cara berkembang dan belajar yang berbeda-beda, tidak bisa hanya mengikuti tolok ukur dari teori-teori yang dibuat oleh manusia, karena Allah menciptakan manusia dengan segala kekompleksan dan keunikan pada masing-masing individu (bayangkan tidak ada sidik jari dicetak sama pada dua manusia kembar identik sekalipun, unik !)</p>
<p>Kesiapan mental dan semangat belajar menjadi kunci utama dalam mendidik anak usia dini.</p>
<p>Menerawang kebelakang dari pengalaman pribadi saya sendiri. Orang tua saya sangat membebaskan saya bermain dan bermain sepuas hati saya (pokoknya tiap pulang main pasti bau matahari kata orang dan baju saya kotor, saya sangat ingat julukan dari bapak kalo ngeledek saya &#8220;Mang Topo&#8221; karena bajunya kotor kyak Topo/Kain lap). Kelas 3 SD saya belum bisa lancar membaca secara tegas (masih sering di eja sering diledek juga ma temen-temen) Alhamdulillah kelas 4 &#8211; 6 SD saya selalu berada di rangking 1 &#8211; 3 (dimana salahnya ???).<br />
Masuk SMP pada pilihan pertama saya (dulu boleh 3 pilihan) NEM rata-rata 8,5 (5 mata pelajaran jika tidak salah, kalo UN sekarang pasti lulus dong <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )<br />
Masuk SMA pilihan pertama juga NEM rata-rata 8 juga (UN ? lulus juga dong <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )<br />
Lulus SMA NEM rata-rata 8 juga (UN pasti lulus juga lah, 7 mata pelajaran gitu loh dibadingin cuma 3 mata pelajaran :p)<br />
Masuk kuliah lewat UMPTN (nilainya ga tau, hehehe) yang pasti milih karena ikutan cewek yang ditaksir biar bisa bareng ceritanya, eh saya diterima cewek saya enggak diterima (kenapa yah ??? emang ga jodoh kali ya !)<br />
Semester 6 udah punya proyek, dari mulai desain, perhitungan sampai jadi kontraktor bangun rumah Mertua sekarang hehehe !<br />
Lulus kuliah lagi jaman reformasi parah IP-nya sih ga bagus cuma 3,3 jauh dari Cum Laude hahaha <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> , seminggu setelah wisuda diterima kerja di luar bidang kuliah dan sampai sekarang tetap di profesi awal kerja. Alhamdulillah semua lancar Profesi, Istri, anak, rumah, kendaraan operasional&#8230;&#8230; rasanya udah lengkap.</p>
<p>Semoga kita tidak menjadi orang yang merampas masa kebahagiaan anak-anak kita, karena terlalu semangatnya kita dalam menginginkan suatu pencapaian pada anak kita</p>
<p>Wasalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rita</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-468</link>
		<dc:creator>rita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 01:36:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-468</guid>
		<description>saya setuju dengan pak ismesin atau bu ismesin yach, beda anak beda cara pengajaran yang terpenting kita sebagai ortu yang harus sigap untuk memlih metode yang tepat bagi anak2 kita semua metode ada kelebihan dan ada kekurangannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya setuju dengan pak ismesin atau bu ismesin yach, beda anak beda cara pengajaran yang terpenting kita sebagai ortu yang harus sigap untuk memlih metode yang tepat bagi anak2 kita semua metode ada kelebihan dan ada kekurangannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mama dhika</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-427</link>
		<dc:creator>mama dhika</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 06:42:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-427</guid>
		<description>wah, seru juga sharing-nya.. saya juga mau share pengalaman saya. semoga bermanfaat... :)

saya mengajari anak saya membaca dengan kartu kata sejak umur 1.5tahun (met.glen domann),saya membelinya di gramedia. Alhamdulilah hasilnya positif, dan saya menghentikannya karena dia bosan. 

Lalu saya ganti dengan metode suku kata (saya bikin sendiri kartunya), ternyata dia suka dan hapal.. lalu iseng2 saya coba tanyakan pada anak saya tentang kartu baca(met. glen domann)) yang dulu saya pernah ajarkan.. Hasilnya, amazing!! ternyata dia masih hafal apa bacanya... :)

anak saya sekarang 2 tahun 9 bulan, untuk kata yang pernah dia pelajari lewat met. glen doman dia bisa langsung sebut, tapi untuk kata2 yang baru, dia baca per suku katanya. 

menurut saya, anak2 sangat luar biasa... mengenai metode apa yang cocok, terserah orang tua. Saya melakukan metode kombinasi, karena menurut saya ini yang paling cocok untuk anak saya. 
Dan yang terpenting kita mengajarkan dengan bermain, sehingga anak enjoy dan tidak terasa kalo sedang belajar, sehingga bisa menyerap dengan baik... :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, seru juga sharing-nya.. saya juga mau share pengalaman saya. semoga bermanfaat&#8230; <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>saya mengajari anak saya membaca dengan kartu kata sejak umur 1.5tahun (met.glen domann),saya membelinya di gramedia. Alhamdulilah hasilnya positif, dan saya menghentikannya karena dia bosan. </p>
<p>Lalu saya ganti dengan metode suku kata (saya bikin sendiri kartunya), ternyata dia suka dan hapal.. lalu iseng2 saya coba tanyakan pada anak saya tentang kartu baca(met. glen domann)) yang dulu saya pernah ajarkan.. Hasilnya, amazing!! ternyata dia masih hafal apa bacanya&#8230; <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>anak saya sekarang 2 tahun 9 bulan, untuk kata yang pernah dia pelajari lewat met. glen doman dia bisa langsung sebut, tapi untuk kata2 yang baru, dia baca per suku katanya. </p>
<p>menurut saya, anak2 sangat luar biasa&#8230; mengenai metode apa yang cocok, terserah orang tua. Saya melakukan metode kombinasi, karena menurut saya ini yang paling cocok untuk anak saya.<br />
Dan yang terpenting kita mengajarkan dengan bermain, sehingga anak enjoy dan tidak terasa kalo sedang belajar, sehingga bisa menyerap dengan baik&#8230; <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ismesin</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-398</link>
		<dc:creator>ismesin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 14:03:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-398</guid>
		<description>Setiap orang tua punya metode pengajaran yang berbeda-beda dimana yang paling efektif itulah yang dipilih. Jangan memaksaan suatu metode yang mungkin bagi anak yang satu berhasil belum tentu bagi yang lain. Untuk metode glen anak dituntut untuk menghafal kata bukan untuk berlogika, ketika seorang anak ditunjukan kata pisang dia akan menghafal kata pisang anak akan kebingungan ketika pisang diganti pisangan atau pisau jikalau semua kata harus dihafal dan disimpan didalam memory otak sungguh sangat besar kapasitas otak yang diperlukan untuk menampungnya. Dengan metode eja anak akan diperkenalkan huruf perhuruf,kata baru kalimat. Anak jika sudah bisa mengeja dia akan berlogika jika ada kata sedikit diubah2 dia akan bisa membacanya. Alhamdulillah anak saya pada umur 3 tahun sudah hafal huruf arab dan latin serta angka dan sekarang umur 4 tahun sudah IQRO 4 dan membaca kata serta berhitung maju dan mundur 1-20. Ayah dan bunda cukup meluangkan beberapa menit sebelum anak tidur diajak bermain ditempat tidur diajak tebak-tebakan huruf,angka dan apa saja yang membuat anak senang melakukannya. kemampuan orang tua untuk memvisualkan huruf,angka dalam gambar2 yang dibuat bareng sama anak akan sangat membantu,si anak akan terpacu bisa melakukannya karena melihat ayah-bundanya bisa.
semoga anak-anak indonesia menjadi anak yang pintar, shaleh dan shalehah
Salam
Isw</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang tua punya metode pengajaran yang berbeda-beda dimana yang paling efektif itulah yang dipilih. Jangan memaksaan suatu metode yang mungkin bagi anak yang satu berhasil belum tentu bagi yang lain. Untuk metode glen anak dituntut untuk menghafal kata bukan untuk berlogika, ketika seorang anak ditunjukan kata pisang dia akan menghafal kata pisang anak akan kebingungan ketika pisang diganti pisangan atau pisau jikalau semua kata harus dihafal dan disimpan didalam memory otak sungguh sangat besar kapasitas otak yang diperlukan untuk menampungnya. Dengan metode eja anak akan diperkenalkan huruf perhuruf,kata baru kalimat. Anak jika sudah bisa mengeja dia akan berlogika jika ada kata sedikit diubah2 dia akan bisa membacanya. Alhamdulillah anak saya pada umur 3 tahun sudah hafal huruf arab dan latin serta angka dan sekarang umur 4 tahun sudah IQRO 4 dan membaca kata serta berhitung maju dan mundur 1-20. Ayah dan bunda cukup meluangkan beberapa menit sebelum anak tidur diajak bermain ditempat tidur diajak tebak-tebakan huruf,angka dan apa saja yang membuat anak senang melakukannya. kemampuan orang tua untuk memvisualkan huruf,angka dalam gambar2 yang dibuat bareng sama anak akan sangat membantu,si anak akan terpacu bisa melakukannya karena melihat ayah-bundanya bisa.<br />
semoga anak-anak indonesia menjadi anak yang pintar, shaleh dan shalehah<br />
Salam<br />
Isw</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adi</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-382</link>
		<dc:creator>adi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 04:17:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-382</guid>
		<description>Artikel ini bagus sekali. saya pernah mendengar ide mengajarkan dengan cara seperti ini. Saya akan coba dengan anak kembar saya. 
Pada Bapak Andito, jangan emosi kalau menulis ditempat seperti ini. kita sharing pengalaman. 

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini bagus sekali. saya pernah mendengar ide mengajarkan dengan cara seperti ini. Saya akan coba dengan anak kembar saya.<br />
Pada Bapak Andito, jangan emosi kalau menulis ditempat seperti ini. kita sharing pengalaman. </p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: studyuntildie</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-362</link>
		<dc:creator>studyuntildie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 15:03:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-362</guid>
		<description>Alhamdulillah, jadi banyak referensi ni, metode mengajari membaca anak usia dini, thanks.... :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, jadi banyak referensi ni, metode mengajari membaca anak usia dini, thanks&#8230;. <img src='http://www.sulastowo.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-351</link>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 10:35:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-351</guid>
		<description>dalam sebuah seminar, ada pembicara yang mengatakan bahwa anak2 tidak usah diajari membaca, karena masa itu adalah masa bermain. pesertanya adalah para guru ngaji yang mengajari anak dari usia 3 tahun, langsung terbantah. pembicara emosional dengan pendapatnya, hasilnya; materinya tidak laku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam sebuah seminar, ada pembicara yang mengatakan bahwa anak2 tidak usah diajari membaca, karena masa itu adalah masa bermain. pesertanya adalah para guru ngaji yang mengajari anak dari usia 3 tahun, langsung terbantah. pembicara emosional dengan pendapatnya, hasilnya; materinya tidak laku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Amila</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-340</link>
		<dc:creator>Amila</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 04:45:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-340</guid>
		<description>Saya sdh mencoba mengajari anak saya dengan metode glen sejak anak berumur 2.5 tahun tetapi anak cepat bosan. Dan mulai menginjak 3,2  tahun saya ajarkan anak membaca dengan metode suku kata dengan menggunakan buku. Alhamdulilah sekarang anak saya sdh mulai bisa membaca kata yang memiliki huruf vokal a.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sdh mencoba mengajari anak saya dengan metode glen sejak anak berumur 2.5 tahun tetapi anak cepat bosan. Dan mulai menginjak 3,2  tahun saya ajarkan anak membaca dengan metode suku kata dengan menggunakan buku. Alhamdulilah sekarang anak saya sdh mulai bisa membaca kata yang memiliki huruf vokal a.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sribudie</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-249</link>
		<dc:creator>sribudie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 04:55:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-249</guid>
		<description>saya coba latih anak saya (3th3bln) pake metode glen. cepat sih, tapi sampai 50 kartu dia udah lupa sama yang lama (yang saya percayai dia bukan lupa. hanya tersimpan di suatu tempat menunggu untuk di recall)dan bosen liat si kartu. karena dia sekarang juga mulai belajar ngaji, ternyata baca per suku kata juga efektif. nah lho!!! (sst...jangan-jangan ada yang comment : buat anak kok coba-coba???)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya coba latih anak saya (3th3bln) pake metode glen. cepat sih, tapi sampai 50 kartu dia udah lupa sama yang lama (yang saya percayai dia bukan lupa. hanya tersimpan di suatu tempat menunggu untuk di recall)dan bosen liat si kartu. karena dia sekarang juga mulai belajar ngaji, ternyata baca per suku kata juga efektif. nah lho!!! (sst&#8230;jangan-jangan ada yang comment : buat anak kok coba-coba???)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wahyudi</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/05/30/mengajar-anak-balita-membaca/comment-page-1/#comment-195</link>
		<dc:creator>Wahyudi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 05:01:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=61#comment-195</guid>
		<description>Saya sudah mencoba mengajari anak saya membaca, melalui metode glen ini. Saya beli kartu-kartu kata yang banyak dijual di toko buku Gramedia. Alhamdulillah hasilnya positif. Anak saya mulai bisa membaca kata-kata tertentu, dan makin hari makin bertambah kosa kata yang bisa dia baca.

Sisi positf lain dari cara belajar ini adalah anak lebih santai, karena merasa seperti bermain dengan kartu dengan gambar-gambar yang menarik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sudah mencoba mengajari anak saya membaca, melalui metode glen ini. Saya beli kartu-kartu kata yang banyak dijual di toko buku Gramedia. Alhamdulillah hasilnya positif. Anak saya mulai bisa membaca kata-kata tertentu, dan makin hari makin bertambah kosa kata yang bisa dia baca.</p>
<p>Sisi positf lain dari cara belajar ini adalah anak lebih santai, karena merasa seperti bermain dengan kartu dengan gambar-gambar yang menarik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

