Makanan Bayi (bagian 2)
Keju
Keju merupakan olahan dari susu dan termasuk dairy product yang dapat diberikan kepada bayi mulai usia 7 atau 8 bulan. Kandungannya tidak berbeda jauh dari susu ternak, yakni protein, lemak, vitamin, dan mineral. Olahan keju bisa dicampurkan ke dalam porsi makanan bayi bisa dengan cara diparut. Baik untuk menambahkan rasa gurih yang bermanfaat pada makanan bayi. Gunakan secukupnya atau kira-kira seukuran dadu dengan panjang, lebar, dan tinggi 1/2 ukuran kartu domino.
Beberapa zat yang terkandung dalam madu adalah fruktosa (gula buah), protein, vitamin, dan mineral. Soal boleh tidaknya pemberian madu pada bayi masih memunculkan kontroversi. Penelitian modern menemukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Spora dari clostridium botulinum ini bisa hidup dalam tubuh bayi dan menyebabkan infantile botulism dengan gejala panas, kembung, dan kejang. Penyakit ini amat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa, terutama madu asli (yang masih mengandung lilin) amat tidak disarankan bagi bayi.
Untuk amannya, jangan memberikan madu sampai anak berusia 2 tahun. Tanpa madu pun bayi tak akan merugi. Bayi justru bisa merugi kalau diberi madu karena bisa menimbulkan keracunan botulism.
Yoghurt
Selain dari susu segar, yoghurt juga dapat dibuat dari susu skim (susu tanpa lemak) yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan tertentu tergantung pada kekentalan produk yang diinginkan. Yoghurt boleh diberikan sejak bayi berusia 7 atau 8 bulan. Itu pun yoghurt yang memang dibuat khusus agar dapat dikonsumsi bayi, bukan sembarang yoghurt. Banyaknya sekitar 25 ml per hari. Setelah berusia setahun barulah anak dapat mengonsumsi semua jenis yoghurt dan menikmati manfaatnya sebagai sumber protein, kalsium, fosfor, dan lemak.
Yoghurt sebenarnya tidak berbeda jauh dengan susu karena pada dasarnya yoghurt adalah susu yang difermentasi dengan memasukkan bakteri lactobacillus, yaitu bakteri baik yang ada di saluran cerna dan ASI. Penambahan ini membuat asam dan laktosa (gula susu) terurai dan tekstur susu pun berubah jadi menggumpal.
Untuk konsumsi bayi, pilih yoghurt murni (tanpa penambahan rasa apa pun termasuk rasa buah). Kemudian campurkan dengan buah asli seperti mangga, pisang, stroberi, kiwi, melon, avokad atau pepaya yang dihaluskan (dilumat atau diblender).
Konsumsi yoghurt juga baik dilakukan di saat bayi mengalami diare serta membantu bayi yang menderita intoleransi terhadap laktosa. Laktosa susu pada yoghurt yang sudah dipecah oleh bakteri baik melalui proses fermentasi jadi mudah diserap pencernaan. Itulah mengapa yoghurt amat disarankan sebagai pengganti susu bagi anak yang tidak mampu mencerna laktosa dengan baik. Dengan minum yoghurt, anak terhindar dari diare akibat intoleransi laktosa. Selain itu, mengonsumsi yoghurt secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaannya.
Es krim
Es krim boleh diberikan untuk bayi di atas 6 bulan sebagai camilan karena kandungan gizinya sama dengan susu. Rasa yang dipilih boleh apa saja; vanila, cokelat, stroberi dan lainnya tergantung pada selera bayi. Orangtua juga bisa membuat es krim sendiri dengan bahan bubur kacang hijau dicampur susu dan diblender kemudian dibekukan dan diblender lagi. Bayi juga menyukai fruit milk shake dari buah dengan es krim vanila dan susu yang diblender.
Aneka makanan botol siap saji
Kandungan gizi produk makanan bayi siap saji (umumnya produk impor dan dikemas dalam botol kecil-kecil) sudah diatur sedemikian rupa sesuai kebutuhan gizi bayi. Boleh saja diberikan kepada bayi dalam keadaan “emergensi” (umpamanya saat bepergian). Untuk sehari-hari, buatlah makanan rumah dari bahan lokal. Selain lebih murah, juga lebih mudah, sehat, dan segar.
ATURAN PEMBERIAN BUMBU
Masakan tim untuk bayi usia 9 bulan ke atas sudah boleh diberi bumbu masak alami. Contoh bumbu alami adalah bawang bombai, bawang merah, bawang putih, bawang daun, seledri, salam, serai, daun jeruk, kemangi, lengkuas, kunyit, kencur, dan lainnya. Namun, garam sebaiknya tidak diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun karena bisa memperberat kerja ginjalnya. Lagi pula kebutuhan natrium yang terkandung dalam garam sudah tercukupi lewat makanan. Lada, sebaiknya tidak diberikan dulu karena rasanya yang pedas. Pemberian gula pun harus hati-hati karena bila terlalu banyak bisa mengganggu pencernaan bayi (mencret) atau pada anak yang sudah punya gigi akan mempermudah kemungkinan kerusakan gigi. Jadi, perlu diketahui, sebetulnya pemberian gula dan garam tidak menambah kandungan nutrisi dalam makanan. Malah akan membuat anak jadi terbiasa dengan makanan manis atau asin di kemudian hari yang merupakan kebiasaan kurang sehat.
Hindari pula bumbu masak artifisial seperti vetsin atau penyedap rasa lain yang umumnya mengandung monosodium glutamat (MSG), zat pengawet, maupun pewarna karena tak bermanfaat, bahkan dapat merugikan kesehatan bayi.
Popularity: 29% [?]
Related posts:
- Makanan Bayi (bagian 1) Setelah si kecil mulai mendapat MPASI, begitu banyak ragam bahan makanan yang bisa diberikan. Berikut ini adalah makanan yang biasa diberikan kepada bayi. Oatmeal/bubur gandum untuk bayi Bubur gandum/oatmeal...
- Manfaat Memijat Bayi Siapa bilang kebiasaan memijat bayi itu kuno? Ternyata pijat bayi itu sangat besar manfaatnya untuk mahluk kecil yang baru lahir ke dunia ini. Bayi-bayi prematur yang dipijat secara teratur...
- Tips Kesehatan Bayi dan Balita Berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan bayi dan balita Anda: Jemur bayi di pagi hari Bayi perlu dijemur di pagi hari untuk menghangatkan tubuhnya, tetapi tidak perlu memaksakan...
- Bayi Anda Kuning? Coba perhatikan, dokter biasanya menyarankan Anda dan bayi setidaknya menginap di rumah sakit hingga hari keempat atau kelima pasca kelahiran. Tak lain, dokter ingin melihat apakah bayi Anda kuning (jaundice)...
- Cara Memandikan Bayi Tak sedikit ibu baru beranggapan bayi baru lahir masih 'ringkih'. Mereka takut memandikan bayinya. Makin panik kalau bayinya menangis. Jika Ibu baru saja kehadiran buah hati untuk yang pertama kalinya,...






Tips, tambahan smoga bermanfaat.:)…Diet Ikan pada Bayi Dapat Mengurangi Resiko Terjangkit Eksim
Penemuan Ilmuwan, bayi yang diberi makan ikan jauh dari kemungkinan berkembangnya penyakit eksim. Mereka mengatakan pengenalan tentang diet mengandung ikan sebelum umur 9 bulan mereduksi resiko pertumbuhan kondisi kulit. Penyakit eksim mempengaruhi 7 juta bayi di Inggris, termasuk satu dari sepuluh anak-anak terjangkit eksim.
Penderita punya sistem kebal terlalu aktif yang berarti kulit secara mudah menjadi radang. Peneliti menanyai 5,000 orang tua di swedia pada tahun 2003 tentang makanan anak-anak mereka dan beberapa bukti penyakit eksim ditemukan pada anak umur 6 sampai 12 bulan.
by izoel..trims
saya memiliki anak, BBlahir 2,5 kg PB 49 cm, nah diusia sekarang 9 bln BBnya menjadi 7,2 kg, untuk kategori pertumbuhan dan perkembangan aktivitas lainnya normal nah yg ingin saya tanyakan normalkah BB anak saya ?, dan bolehkan jika saya beri vitamin minyak ikan diusianya yg sekarang ini
Ibu Zahra’a, berat badan normal usia 9 bulan, anak laki-laki berada pada kisaran antara 8,85 – 11,5, untuk anak perempuan berada antara 7,5 – 10,75.
Mengenai pemberian minyak ikan pada anak usia 9 bulan, cara yang lebih baik, aman, ekonomis, dan efektif sebenarnya dengan mengandalkan makanan konsumsi sehari-hari saja (food based). Makanan sumber asam lemak esensial dan omega-3 terutama terdapat pada pangan hewani dan nabati laut seperti ikan lemuru, tuna, tongkol, cakalang, cod, rumput laut, ganggang laut, dll. Sedangkan pangan lainnya antara lain minyak nabati dan sayuran hijau.
Keuntungan cara alami ini, konsumsi tidak hanya berisi asam lemak esensial dan omega-3, tetapi juga zat gizi lainnya yang juga berperan vital untuk kesehatan dan kecerdasan otak janin.
Anak saya berusia 7 bulan dengan BB 8,5 tinggi badan 69cm. Yang ingin saya tanyakan, anak saya badannya agak lembek. Apakah wajar? Makanan yang diberikan pada pagi hari berupa sereal, kemudian tengah hari bubur buah, sore hari bubur nasi halus, ditambah sayur-sayuran. Apakah pengaruh makanan diatas membuat badan anak saya lembek?Apakah menu makanan nya harus ditambah? Anak saya sepertinya tidak pernah kenyang, berapapun makanan yang di berikan akan selalu dimakannya. Saran untuk porsi yang tepat utk anak seumuran 7 bulan.
Terima kasih.
terima kasih atas informasinya saya juga baru punya bayi umur 9 bulan
….
Saya mau komentar tentang pemberian madu pada anak.
Memang pemberian madu asli (tanpa diolah) kurang baik untuk anak terutama batita, namun pemberian madu olahan (seperti yg sangat banyak ada di pasaran, dan tentunya dengan harga yg lebih terjangkau) adalah sangat baik untuk anak. Selama ini tidak ada penelitian yg dapat membuktikan keburukan madu, yg diberikan pada usia berapapun dan penyakit apaun (bahkan kencing manis sekalipun).
Namun u/para ortu yg masih khawatir atau sangsi, berikanlah madu kpd anak2 kita, berupa madu olahan dengan brand yg sudah jelas. Dijamin aman dan bermanfaat…karena madu meupakan salah satu immune booster yg baik dan alami yg telah digunakan sejak zaman dahulu kala…
A bit late, a fraud alert?The wash Canvas, estate it is.Own pace The, same time Heart.Jurisdiction of time makanan, recover what debt to It can.Line – this, by an APR.,
Do some checking, messaging It is?To elimate sharp, world stop being.Path To Good, ImprovementsThe extreme rise.Queues and can masakan, have contacts with obese yes For.Electronic Fund Transfer, these specifications Therefore.,
Speaking Even if, evolutionary development determines?Particular store Whether, kommt hinzu reflektieren.Desire to prod, a quick buck.It S Open makanan, guessing away from getting approved Several.With bunion or, flowers.,
Infonya bermanfaat banget bagi para ibu, terutama ibu muda seperti saya. Anak saya sekarang 16 bln, udah bisa lari2, naik kursi sendiri, dan bisa turun dari tempat tdur sendiri (asal, gak terlalu tinggi). Dia sudah bisa jalan usia 12bln. Sekarang sudah bisa mengerti omongan orang, perbendaharaan katanya jg lumayan. Soal makan, alhamdulillah dia gak rewel, kecuali makan yg asam (mis, sayur asam). Menu makanannya sudah seperti org dewasa karena giginya udah tumbuh lengkap. Kira2 cocok nggak ya menu makanan org dewasa bagi dia? Berat badannya skrg 12,5kg
trims atas infonya bermanfaat bgt,smakin meneguhkan sy sbg ibu muda utk bikin mpasi sendiri. Btw,anak sy perempuan usia 9bln,BB 7kg,TB 65cm. Gmn caranya biar bisa sesuai standar beratnya ya? Urutan makannya,Pagi sy ksh oatmeal,kemudian selingan buah. Siang,makan nasi lembek. Kemudian selingan buah. Malam sy kasih nasi lagi. Untuk lauknya kadang ikan,ceker,daging ayam,daging sapi,hati ayam. Sayurnya, kadang tomat,wortel,bayam,brokoli. Untuk buah saya ksh pisang,pear,apel,alpukat. So, there’s smth wrong with the menus? Please answer in ‘bahasa’ :p, thanks