<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Madu dan gizi balita</title>
	<atom:link href="http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/</link>
	<description>Portal keluarga menuju sehat dan bahagia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 04:26:13 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Tono</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/comment-page-1/#comment-432</link>
		<dc:creator>Tono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 14:31:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=30#comment-432</guid>
		<description>Mau tanya kata orang, temu lawak dapat menambah nafsu makan anak, apa betul?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya kata orang, temu lawak dapat menambah nafsu makan anak, apa betul?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jejen</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/comment-page-1/#comment-246</link>
		<dc:creator>Jejen</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 01:47:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=30#comment-246</guid>
		<description>Mau tanya harga madu yang asli brp yahh? Saya suka melihat ada yang jualan yang jalan bawa sarang lebah itu apa kah asli?

Terimakasih sebelumnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mau tanya harga madu yang asli brp yahh? Saya suka melihat ada yang jualan yang jalan bawa sarang lebah itu apa kah asli?</p>
<p>Terimakasih sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Maria</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/comment-page-1/#comment-223</link>
		<dc:creator>Maria</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 20:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=30#comment-223</guid>
		<description>pemberian madu pada bibir bayi baru lahir sangat populer dilakukan oleh ibu - ibu yang tinggal di pedesaan.  Meskipun praktek ini makin banyak yang ditinggalkan karena promosi yang gencar dari jajaran kesehatan untuk mensukeskan asi ekslusif di mana sekarang sangat disaranakan diberikan dari 0 sampai 6 bulan bukan 4 bulan seperti pada tahun sebelum 2006. Banyak kematian disebabkan oleh hal ini yang tidak disadari oleh ibu.  Saya setuju dengan usulan untuk pemberian madu pada anak sebaiknya di atas 2 tahun dimana imun anak sudah terbentuk dan untuk usia di bawah 2 tahun pemberian ASI dan makanan pendamping ASI yang bergizi lebih dibutuhkan untuk menghindari anak cenderung terbiasa dengan minuman manis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pemberian madu pada bibir bayi baru lahir sangat populer dilakukan oleh ibu &#8211; ibu yang tinggal di pedesaan.  Meskipun praktek ini makin banyak yang ditinggalkan karena promosi yang gencar dari jajaran kesehatan untuk mensukeskan asi ekslusif di mana sekarang sangat disaranakan diberikan dari 0 sampai 6 bulan bukan 4 bulan seperti pada tahun sebelum 2006. Banyak kematian disebabkan oleh hal ini yang tidak disadari oleh ibu.  Saya setuju dengan usulan untuk pemberian madu pada anak sebaiknya di atas 2 tahun dimana imun anak sudah terbentuk dan untuk usia di bawah 2 tahun pemberian ASI dan makanan pendamping ASI yang bergizi lebih dibutuhkan untuk menghindari anak cenderung terbiasa dengan minuman manis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joshua</title>
		<link>http://www.sulastowo.com/2008/04/26/madu-dan-gizi-balita/comment-page-1/#comment-109</link>
		<dc:creator>joshua</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2008 13:44:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sulastowo.com/?p=30#comment-109</guid>
		<description>maaf jadi bingung ??? ini saya kutip dari blog ini ttg makanan bayi sumbernya nakita, mohon pencerahan mana yg betul krn saya berencana memberikan madu bayi saya,trim
&quot;Beberapa zat yang terkandung dalam madu adalah fruktosa (gula buah), protein, vitamin, dan mineral. Soal boleh tidaknya pemberian madu pada bayi masih memunculkan kontroversi. Penelitian modern menemukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Spora dari clostridium botulinum ini bisa hidup dalam tubuh bayi dan menyebabkan infantile botulism dengan gejala panas, kembung, dan kejang. Penyakit ini amat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa, terutama madu asli (yang masih mengandung lilin) amat tidak disarankan bagi bayi.
Untuk amannya, jangan memberikan madu sampai anak berusia 2 tahun. Tanpa madu pun bayi tak akan merugi. Bayi justru bisa merugi kalau diberi madu karena bisa menimbulkan keracunan botulism&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf jadi bingung ??? ini saya kutip dari blog ini ttg makanan bayi sumbernya nakita, mohon pencerahan mana yg betul krn saya berencana memberikan madu bayi saya,trim<br />
&#8220;Beberapa zat yang terkandung dalam madu adalah fruktosa (gula buah), protein, vitamin, dan mineral. Soal boleh tidaknya pemberian madu pada bayi masih memunculkan kontroversi. Penelitian modern menemukan, madu asli (yang diambil langsung dari sarang lebah tanpa diolah lagi) ternyata mengandung kuman clostridium botulinum yang dibawa oleh kaki-kaki tawon. Spora dari clostridium botulinum ini bisa hidup dalam tubuh bayi dan menyebabkan infantile botulism dengan gejala panas, kembung, dan kejang. Penyakit ini amat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Itulah mengapa, terutama madu asli (yang masih mengandung lilin) amat tidak disarankan bagi bayi.<br />
Untuk amannya, jangan memberikan madu sampai anak berusia 2 tahun. Tanpa madu pun bayi tak akan merugi. Bayi justru bisa merugi kalau diberi madu karena bisa menimbulkan keracunan botulism&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

