Memilih Mainan Anak Yang Edukatif
Semua anak tentunya senang bermain. Terutama mereka yang masih balita. Dan sebagai orang tua, kita harus bisa memilih mainan untuk mereka yang mereka sukai dan juga mendidik. Ada berbagai macam jenis mainan yang bisa Anda temukan diberbagai toko mainan dan pusat perbelanjaan, tapi tidak semuanya baik dan cocok untuk anak Anda dan terlebih lagi, tidak semuanya edukatif dan mendukung perkembangan kecerdasan mereka. Jadi bagaimana cara memilih mainan anak yang edukatif dan aman untuknya?
Pertama, saat Anda di toko mainan, perhatikan label mainan satu per satu dan perhatikan rekomendasi umurnya. Ini sangatlah penting untuk keselamatan balita Anda. Selain itu, perhatikan perilaku balita Anda dan tingkat perkembangannya, contohnya bila balita Anda masih suka memasukkan benda ke dalam mulutnya, jangan berikan mainan yang mempunyai bagian-bagian kecil yang bisa tertelan atau membuatnya tersedak. Sebagian anak berhenti memasukkan benda ke mulutnya di usia 1 tahun, tetapi ada beberapa yang baru berhenti di usia 3 tahun, sehingga Anda pun harus menyesuaikannya. Selain itu, pilihlah mainan yang tidak mudah rusak atau copot agar balita Anda tidak melukai dirinya saat bermain.
Setelah Anda menyesuaikan mainan dengan umur dan perkembangan perilakunya, Anda bisa memilihkan mainan yang edukatif untuk perkembangan kecerdasannya. Beberapa contoh dari mainan yang edukatif untuk balita Anda adalah buku-buku cerita dengan gambar-gambar yang menarik dan pesan moral yang baik. Anda bisa membacakan cerita padanya sambil mengenalkan kata-kata baru dan mengajarnya mengenal alfabet. Jigsaw puzzle yang mudah dengan bagian-bagian yang tidak terlalu kecil pun bagus untuk melatih otaknya berpikir secara logis dan juga membantu ia belajar menyelesaikan masalah. Selain itu, jigsaw puzzle memberikan tantangan yang menarik untuk si Kecil yang akan membantunya saat ia bersekolah.
Mainan lain yang edukatif untuk balita Anda adalah balok susun untuk membangun rumah-rumahan, gedung, mobil-mobilan dan lainnya. Pastikan Anda memilih balok susun yang bagian-bagiannya cukup besar sehingga tidak akan tertelan oleh si Kecil. Berbagai macam alat musik pun sangat berguna untuk membantu perkembangan otaknya. Anda tidak perlu mengajarnya bermain piano atau gitar yang tentunya membutuhkan pelajaran khusus, tetapi Anda bisa membelikan dia drum kecil, tamborin, xylophone, keyboard sederhana dan juga tape kecil dengan lagu-lagu anak-anak yang ia sukai. Selain itu, sepeda roda tiga, dan ‘balance beam’ yaitu sebuah balok yang ditaruh di tanah dimana balita Anda bisa melatih berjalan dan keseimbangannya pun sangat berguna untuk melatih saraf-saraf motoriknya.
Pada akhirnya, ada berbagai macam mainan yang bisa berguna untuk membantu kecerdasan balita Anda. Pilihlah mainan yang sesuai dengan umurnya dan tidak hanya berguna untuk dimainkan tetapi juga menstimulasi kecerdasannya. (nutrisibalitacerdas)







Apr 22nd, 2008 at 12:23 pm
Saya ingin bertanya tentang anak saya yg baru berusia 1 th 10 bulan, dia sangat senang bermain mobil - mobolan dan terlebih lagi dia sangat senang sekali dengan acara iklan tv. sampai sekarang dia belum bisa berkomunikasi atau berbicara. saya takut apakah anak saya itu tergolong autis. tapi dia kalau saya panggil namanya dia menoleh atau menatap saya tapi kalau orang lain yang memanggil dia jarang sekali mau. terima kasih
Apr 22nd, 2008 at 1:51 pm
Bapak/Ibu Latief, saya rasa terlalu dini untuk mengkhawatirkan anak Bapak/Ibu mengidap autis atau tidak. Untuk anak seumur itu, bermain mobil-mobilan dan tertarik dengan acara televisi adalah hal yang wajar. Keterlambatan berkomunikasi lebih sering dikarenakan oleh kurangnya rangsangan untuk berkomunikasi. Cobalah untuk lebih sering mengajak berbicara, bercanda, dan memancing sang anak untuk berkomunikasi.
Apabila anak tidak mau menoleh dan menatap orang lain yang memanggilnya, bukan berarti suatu tanda autisme, mungkin saja karena si anak tidak merasa dekat dengan orang tersebut. Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan apakah seorang anak mengidap autis atau tidak. Gejala autis baru bisa dikatakan positif bila memenuhi beberapa gejala, yang lebih jelasnya dapat Bapak/Ibu lihat di:
http://www.sulastowo.com/2008/04/08/mengenal-autisme/
Demikian, semoga bisa mengobati kekhawatiran Bapak/Ibu.
Jun 11th, 2008 at 11:52 am
Alhamdulillah, kami juga melakukan hal yang sama; memproduksi mainan yang edukatif, terjangkau namun tetap aman dan akrab lingkungan, serta berbasis budaya tentunya.
Jika berkenan, silahkan mampir di site kami: http://mainanbocah.wordpress.com, terima kasih