Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)

Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)Pengertian anak mandiri adalah anak yang mampu memenuhi kebutuhannya, baik berupa kebutuhan naluri maupun kebutuhan fisik, oleh dirinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa bergantung pada orang lain. Bertanggung jawab dalam hal ini berarti mengaitkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain dalam lingkungannya yang sama-sama harus dipenuhi.

Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang mempunyai konsep diri, penghargaan terhadap diri sendiri (self esteem), dan mengatur diri sendiri (self regulation). Anak memahami tuntutan lingkungan terhadap dirinya, dan menyesuaikan tingkah lakunya.

Secara umum kemandirian bisa diukur melalui bagaimana anak bertingkah laku secara fisik. Namun, tidak hanya itu, kemandirian juga bisa berwujud pada perilaku emosional dan sosialnya. Contoh sederhana, anak usia 3-4 tahun yang sudah bisa menggunakan alat makan, seharusnya bisa makan sendiri, ini adalah bentuk kemandirian secara fisik. Anak yang bisa masuk ke kelas dengan nyaman karena mampu mengontrol dirinya adalah bentuk kemandirian emosional. Contoh kemandirian sosial yaitu apabila anak mampu berhubungan dengan orang lain secara independen sebagai individu, dan tidak selalu hanya berinteraksi dengan orang tua atau pengasuhnya.

Share This Post

3 Responses to “Mendidik Anak Menjadi Mandiri (bagian 1)”

  1. It’s funny how people believe everything that is written in Internet. But it’s their own business, I don’t care about them. My opinion is that it’s such a bullshit!

  2. Dear…,
    Mohon dikirimkan artikel-artikel atau literatur kiat2 mendidik anak menjadi mandiri
    Terima kasih

    Salam,
    Nasrani

  3. Dear…,
    Mohon dikirimkan kiat2 mendidik anak menjadi mandiri
    Terima kasih

    Salam,
    asrori

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>